Konten dari Pengguna

Kandungan Surat Al Ankabut Ayat 45 tentang Perintah Shalat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi surat Al Ankabut ayat 45. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi surat Al Ankabut ayat 45. Foto: Pexels

Al Ankabut adalah surat ke-29 dalam Al-Quran. Surat ini terdiri dari 69 ayat dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyah karena diturunkan di Mekkah setelah surat Al Qasas dan sebelum surat Ar Rum.

Al Ankabut artinya adalah laba-laba. Nama tersebut diambil dari ayat 41 surat ini yang artinya, "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui."

Ayat di atas bercerita tentang kaum musyrikin yang percaya pada kekuatan berhala yang mereka sembah. Padahal, berhala tak memiliki kekuatan apapun untuk melindungi dan mengabulkan permohonan mereka. Hanya Allah lah satu-satunya Dzat yang Maha Kuat untuk melindungi mereka.

Selain, memuat perumpamaan kaum musyrik, surat Al Ankabut juga membahas mengenai perintah shalat, yakni pada ayat 45. Lantas, seperti apakah kandungan Al Ankabut ayat 45? Simak uraian berikut.

Kandungan Al Ankabut Ayat 45

Ilustrasi kandungan Al Ankabut ayat 45. Foto: Pexels

Bacaan surat Al Ankabut ayat 45:

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Utlu mā ụḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tan-hā 'anil-faḥsyā`i wal-mungkar, walażikrullāhi akbar, wallāhu ya'lamu mā taṣna'ụn.

Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Mengutip buku Risalah Khotbah: Wasiat Taqwa Sepanjang Masa oleh Amin Farih, surat Al Ankabut ayat 45 mengandung perintah Allah SWT kepada manusia untuk mendirikan shalat. Ayat tersebut juga memberikan kabar gembira mengenai hikmah shalat, yakni dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Sedangkan mengutip buku Dahsyatnya Gerakan Shalat Untuk Ibu & Janin oleh Ewa Molika Sitompul, kata 'dirikanlah' dalam ayat tersebut mengandung unsur lahir dan batiniah. Maka dari itu, amat disayangkan bagi mereka yang mengerjakan shalat, namun masih berbuat keji dan mungkar. Itu berarti shalatnya hanya sebuah gerakan tanpa arti, sekedar untuk menggugurkan kewajiban.

Dalam ayat-ayat Al-Quran pun tidak ditemukan perintah shalat menggunakan kata 'laksanakanlah.' Sebab, kata tersebut hanya mengandung unsur lahir. Maka, sudah seharusnya umat Muslim yang memahami makna perintah shalat dengan tidak akan berbuat keji dan mungkar seperti zinah, judi, meminum khamr, dan lain sebagainya.

Contoh ayat lain yang mengandung perintah shalat adalah surat An Nur ayat 56 yang artinya: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat."

(AFM)