Konten dari Pengguna

Kandungan Surat Al Hasyr Ayat 18 tentang Perintah Introspeksi Diri

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Surat Al Hasyr ayat 18. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Surat Al Hasyr ayat 18. Foto: Freepik

Umat Islam dapat menjadikan Alquran sebagai pedoman agar selalu memperbaiki diri setiap harinya. Itu mengapa umat Muslim diperintahkan untuk selalu introspeksi diri dan menghargai waktu yang diberikan Allah SWT.

Salah satu ayat yang membahas hal tersebut adalah surat Al Hasyr ayat 18 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Dikutip dari buku Semesta Sejahtera oleh Aji Dedi Mulawarman, dkk., ayat tersebut memerintahkan manusia untuk selalu bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Di samping itu, ayat ini juga memberikan arahan kepada manusia untuk mengambil pelajaran dari apa yang diperbuat untuk bekal di hari esok.

Beberapa ulama mengartikan kata ghad pada ayat tersebut sebagai Hari Kiamat. Maksudnya, manusia diperintahkan untuk selalu bersiap menghadapi hari akhir dengan melakukan introspeksi dan perbaikan agar meraih masa depan yang lebih baik.

Introspeksi diri dalam Islam dimaknai sebagai evaluasi diri atau sering disebut sebagai musahabah diri. Hal tersebut tertuang dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menajdi ringan hanya bagi yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia.”

Dikutip dari jurnal Meningkatkan Ketakwaan melalui Proses Introspeksi Diri oleh Putri Wulan Afandi, dkk., perintah bertakwa kepada Allah dalam surat Al Hasyr ayat 18 disebutkan sebanyak dua kali. Ini adalah bentuk petunjuk dan penekanan kepada orang-orang yang beriman agar selalu berhati-hati terhadap apa yang dilakukan. Sebab, Allah selalu melihat apa yang diperbuat walaupun dalam keadaan tertutup sekalipun.

Ketika seorang Muslim sudah mengetahui dan memaknai surat Al Hasyr ayat 18, itu akan memberi dampak positif dalam cara ibadahnya. Salah satunya berusaha untuk meningkatkan ketakwaan. Lalu, bagaimana cara meningkatkan ketakwaan dengan proses introspeksi diri?

Cara Meningkatkan Ketakwaan Melalui Proses Introspeksi Diri

Ilustrasi Surat Al Hasyr ayat 18. Foto: Freepik

Masih dari sumber yang sama, cara meningkatkan ketakwaan melalui introspeksi diri adalah sebagai berikut:

1. Mendekat diri kepada Allah

Seorang Muslim hendaknya senantiasa meningkatkan ketakwaan dengan mendekatkan diri kepada Allah. Hal tersebut akan memperkuat keimanan seseorang sebagai bekal di dunia dan akhirat.

2. Memahami kekurangan dan kelebihan diri

Melalui proses ini, seorang Muslim akan lebih mengenal dirinya dan menyadari kemampuan serta batasan yang dimilikinya. Sehingga, ia akan dengan mudah menempatkan diri dalam lingkungan dan termotivasi untuk memperbaiki serta mengembangkan potensi yang ada.

3. Berusaha memperbaiki kesalahan

Seorang Muslim hendaknya selalu belajar dari kesalahan yang dilakukan di masa lalu agar tidak mengulanginya. Ini bisa dilakukan dengan cara mengubah segala kebiasaan yang buruk dan melakukan hal-hal baik secara konsisten serta berkelanjutan.

(IPT)