Konten dari Pengguna

Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 10 tentang Menjaga Hubungan Persaudaraan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kandungan surat Al Hujurat. Foto: (Dok/Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kandungan surat Al Hujurat. Foto: (Dok/Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Al Hujurat merupakan surat ke-49 dalam Alquran dan termasuk dalam golongan surat Madaniyyah. Surat al hujurat berisi pesan-pesan dalam kehidupan sosial di masyarakat. Seperti tertuang dalam ayat 10 yang menjelaskan tentang menjaga hubungan persaudaraan.

Persaudaraan dalam Islam bukan hanya sebatas hubungan kekerabatan karena faktor keturunan. Persaudaraan yang dimaksud di sini diikat oleh tali aqidah (sesama muslim) dan karena fungsi kemanusiaan.

Persaudaraan ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshor, menjalin hubungan persaudaraan dengan suku-suku lain yang tidak seiman, dan melakukan kerjasama dengan mereka.

Dalam surat Al Hujurat ayat 10, Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Innamal mu’minu ikhwatun fa ashlihu baina akhawaikum wattaqullaaha la’allakum turhamuun.

Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.

Tafsir Surat Al Hujurat ayat 10

Ilustrasi kandungan surat Al Hujurat. Foto: Shutter Stock.

Dikutip dari quran.kemenag.go.id, surat Al Hujurat ayat 10 menerangkan bahwa sesungguhnya semua orang mukmin adalah saudara, sebab mereka dalam satu keimanan.

Tentunya persaudaraan ini mengharuskan orang-orang mencintai saudara lainnya sebagaimana mencintai diri mereka sendiri. Ini juga ditegaskan oleh Rasullullah SAW dalam hadist mutafaq’alaih.

Dari Anas ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Maksudnya, sesama umat Muslim harus saling menghormati, mengasihi, menyayangi, tolong menolong atau memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Dikutip dari buku Dahsyatnya Sedekah oleh Ahmad Sangid, B.Ed., M.A, yang disebut saudara dalam Islam ada dua macam yaitu saudara karena senasab (keturunan) dan saudara seagama. Sedangkan yang dimaksud dalam hadist di atas, saudara yang seiman yaitu Islam, baik yang ada kaitan keluarga maupun tidak, baik sesuku atau sebangsa dan setanah air maupun lain negara.

Kandungan Surat Al Hujurat ayat 10

Ilustrasi kandungan surat Al Hujurat. Foto: Pinterest.

Dikutip dari buku yang sama, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim juga disebutkan, “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain itu seperti bangunan yang saling menguatkan satu dengan lainnya,” lalu beliau SAW menyilangkan jari-jarinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kepada manusia untuk menunaikan hak-hak kaum mukmin satu sama lain yang bisa mewujudkan persatuan, saling mencintai, dan saling menyambung di antara mereka. Semua itu dimaksudkan untuk memperkokoh hak sesama manusia.

Dalam surat Al Hujurat ayat 10 juga dijelaskan ketika ada orang-orang mukmin berselisih dan bertikai, kewajiban bagi mukmin lainnya untuk mendamaikan mereka. Namun, selama sesama umat muslim saling menganggap saudara, maka hal-hal negatif seperti percekcokan, permusuhan, perselisihan, penghinaan, perkelahian, acuh tak acuh hingga saling menyalahkan tidak akan terjadi.

Selain itu, pada surat Al Hujurat ayat 10 mengisyaratkan persatuan dan kesatuan akan melahirkan rahmat bagi kaum mukminin. Sebaliknya, pertikaian dan perpecahan akan menjauhkannya dari rahmat Allah SWT.

(IPT)