Kandungan Surat Luqman Ayat 12 tentang Keutamaan Bersyukur kepada Allah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Luqman merupakan surat ke-31 dalam Al Quran yang terdiri oleh 34 ayat dan digolongkan sebagai surat Makiyyah. Surat ini dinamakan Luqman karena menceritakan kisah, hikmah, dan wasiat Luqman kepada anaknya.
Mengutip buku The Meaning and Explanation of the Glorious Quran oleh Muhammad Saed, salah satu tema besar yang tercantum dalam surat Luqman adalah tentang nikmat Allah. Nikmat yang diberikan kepada manusia menjadi alasan mengapa umat Muslim wajib beriman dan bersyukur kepada Allah.
Pentingnya bersyukur kepada Allah ditekankan dalam surat Luqman ayat 12 yang berbunyi:
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
Artinya: Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”
Ya, surat Luqman ayat 12 menjelaskan tentang rasa syukur kepada Allah yang memberikan banyak kenikmatan kepada hamba-Nya. Karenanya, penting bagi umat Muslim memahami isi kandungannya.
Kandungan Surat Luqman Ayat 12
Mengutip dari situs resmi Kementerian Agama RI, ayat ini menjelaskan bahwa Allah menganugerahkan perasaan yang halus, akal pikiran, dan pemahaman agama kepada Luqman. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Luqman bersyukur kepada-Nya yang telah memberinya kenikmatan.
Orang yang mengingkari nikmat Allah dan tidak bersyukur kepada-Nya sama seperti berbuat aniaya kepada dirinya sendiri. Allah tidak akan memberinya, bahkan menyiksanya dengan sangat pedih.
Kaum yang kufur hanya membahayakan dirinya sendiri karena sudah ditakdirkan untuk merasakan api neraka. Maka, Allah SWT tidak membutuhkan rasa syukur dari mereka.
Rasa syukur seorang hamba tidak akan memberikan keuntungan sedikitpun kepada Allah dan tidak pula akan menambahkan kemuliaannya. Sebaliknya, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, balasan yang setimpal akan didapatkan. Mereka yang bersyukur berada di jalan menuju kebahagiaan abadi, sama seperti Luqman.
(ADB)
