Konten dari Pengguna

Kaos atau Kaus? Mana Kata yang Baku dalam KBBI

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kaos. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaos. Foto: Pexels.

Kata kaos atau kaus seringkali digunakan secara bergantian dalam percakapan sehari-hari. Namun, penggunaan kata kaos atau kaus sering keliru lantaran tidak sesuai dengan standar kata baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kesalahan penggunaan kata baku kerap ditemukan dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari. Menurut Desi Damayanti dkk dalam buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 6 Semester 1, kata atau ragam baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa yang sudah ditentukan.

Kata baku biasa digunakan dalam berbagai kegiatan formal, seperti rapat kantor, pertemuan bisnis, pidato, hingga karya ilmiah.

Lantas, bagaimana penulisan yang benar dalam Bahasa Indonesia, kaos atau kaus? Simak ulasan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Kaos atau Kaus dalam KBBI?

Ilustrasi kaos. Foto: Pexels.

Masyarakat lebih sering menggunakan kata kaos untuk menyebut jenis pakaian dibandingkan kaus. Tak hanya dalam percakapan, kata kaos juga sering dipakai dalam penulisan, seperti cerpen, artikel, hingga buku pelajaran.

Sebenarnya, kaos atau kaus adalah kata baku yang sama-sama tercantum dalam KBBI IV. Hanya saja artinya berbeda.

Saat mencari kaos dalam kolom pencarian, akan muncul dua makna. Makna kaos pertama adalah kata tidak baku dari kaus.

Kata kaus sendiri mempunyai makna kasut, sarung untuk tangan dan kaki, atau jenis pakaian dengan kain tipis yang terbuat dari katun dan nilon.

Sementara makna yang kedua adalah situasi yang tidak kondusif atau keadaan kacau balau. Kata kaos yang kedua merupakan serapan dari Bahasa Inggris. Jika dilihat dari bentuk katanya, proses penyerapan kata kaos menggunakan model adaptasi.

Penyerapan kata melalui proses adaptasi dilakukan dengan mengambil makna kata asing (chaos) dengan hanya mengubah sedikit penulisan ejaannya menjadi kaos.

Baca Juga: Makna Kata Empati dan Contoh Penggunaannya dalam Kalimat

Penulisan Kata yang Sering Keliru

Ilustrasi kaos. Foto: Pexels.

Selain kaos, ada banyak kata Bahasa Indonesia yang masih sering keliru penggunaannya. Berikut beberapa kata tidak baku yang umum digunakan.

  • Extra atau ekstra : Bentuk kata yang baku adalah ekstra.

  • Standar atau Standard: Bentuk kata yang baku adalah standar.

  • Subjek atau subyek: Bentuk yang baku adalah subjek.

  • Elite atau elit : Bentuk kata yang baku adalah elite.

  • Analisa atau anlisis: kata yang baku adalah analisis

  • Diagnosa atau diagnosis: kata yang baku adalah diagnosis.

  • Familier atau familiar: Kata yang baku adalah familier.

  • Rapor atau Rapot: Kata yang baku adalah rapor.

  • Mal atau mall: Kata yang baku adalah mal.

  • Aktivitas atau aktifitas: Kata yang tidak baku adalah aktivitas.

  • Direktor atau direktur: Kata yang tidak baku adalah direktur.

Itulah pembahasan mengenai kata kaos dan kaus yang baku dalam Bahasa Indonesia. Semoga informasinya bermanfaat.

(GLW)