Kapan Haul Guru Sekumpul 2025 Digelar? Ini Jadwalnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Haul Guru Sekumpul merupakan salah satu tradisi tahunan yang digelar di Martapura, Kalimantan Selatan. Tradisi ini dilakukan untuk mengenang Tuan Guru Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari atau yang kerap disapa Guru Sekumpul.
Pada tahun ini, Haul Guru Sekumpul digelar sebanyak dua kali. Haul pertama telah terlaksana pada 5 Januari 2025 yang bertepatan dengan tanggal 5 Rajab 1446 H.
Mengutip Antara, peringatan tersebut dihadiri kurang lebih 4,1 juta jamaah yang berasal dari Kalimantan Selatan, daerah lain di Indonesia, hingga luar negeri.
Lantas, kapan Haul Guru Sekumpul 2025 yang kedua akan digelar? Simak jadwalnya di bawah ini.
Kapan Haul Guru Sekumpul 2025?
Haul Guru Sekumpul selalu digelar pada 5 Rajab, sebab ini merupakan tanggal wafatnya Tuan Guru Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari. Nah, jika merujuk pada kalender Hijriah Kemenag, tanggal 5 Rajab 1447 H akan berpetapan dengan 25 Desember 2025.
Dengan demikian, Haul Guru Sekumpul yang kedua di tahun ini akan digelar pada 25 Desember. Dalam unggahan Instagram @pencinta.guru.sekumpul juga dikonfirmasi bahwa jadwalnya di tanggal 25 Desember mendatang.
Seperti biasa, Haul akan dilaksanakan di Musholla Arraudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pada bulan Oktober lalu, Musholla Arraudhah Sekumpul telah merilis tata tertib relawan sekumpul di laman resminya, menunjukkan bahwa peringatan besar-besaran ini sudah dalam tahap persiapan.
Siapa itu Guru Sekumpul?
Dikutip dari buku Peran Ulama Banjar Dalam Kepemimpinan Era Soceity 5.0 susunan Dr. Agustina Rahmi dkk, Guru Sekumpul memiliki nama asli Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari. Beliau dilahirkan di desa Tunggul Irang seberang Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada 27 Muharram 1361 H atau 11 Februari 1942.
Ayahnya seorang tokoh agama bernama Abdul Ghani, dan ibunya bernama Masliyah binti H. Mulia. Sejak kecil, Guru Sekumpul dididik untuk mengabdi pada pengetahuan, serta ditanamkan rasa cinta dan hormat kepada para ulama.
Guru Sekumpul mendapat banyak ilmu agama dari ayah dan pamannya, Syekh Seman Mulia. Pamannya mengajarinya baik di dalam maupun di luar sekolah. Selain itu, Guru Seman juga mengajak Guru Sekumpul belajar Islam ke banyak wilayah di Kalimantan Selatan hingga Jawa.
Proses belajar Guru Sekumpul juga sampai ke Mekkah. Beliau bertemu Sayyid Muhammad Amin Qutb dan mendapatkan pelajaran sufi. Beliau juga belajar ke banyak guru lainnya. Disebutkan jumlah guru beliau berkisar antara 179 hingga 200 orang
Sepanjang hidupnya, Guru Sekumpul tidak hanya berdakwah, tetapi juga aktif menulis. Beberapa karyanya ada Risalah Mubaraqah, Manaqib Asy-Syekh As-Sayyid, dan masih banyak lagi.
Guru Sekumpul menjadi salah satu ulama Banjar yang paling terkenal di Nusantara dan bahkan mancanegara. Beliau menjadi teladan dalam kehidupan beragama masyarakat Kalimantan pada umumnya.
Guru Sekumpul wafat pada Rabu, 5 Rajab 1426 H atau 10 Agustus 2005. Beliau berpulang setelah dirawat selama lebih kurang 10 hari di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, karena penyakit ginjal.
Baca Juga: Lirik Syair Lengkap Manaqib Guru Sekumpul untuk Peringatan Haul 2025
(DEL)
