Kapan IPO Superbank? Ini Informasi dan Profilnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beredar kabar bahwa PT Super Bank Indonesia (Superbank) akan menggelar penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada akhir tahun 2025. Benarkah kabar tersebut?
Rencana tersebut tentu menarik minat banyak investor. Langkah ini dinilai berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar dalam industri perbankan digital Indonesia.
Pertanyaannya, jika memang benar terjadi, kapan IPO Superbank 2025 akan digelar dan berapa perkiraan harga sahamnya? Untuk lebih jelasnya, simak informasinya berikut ini!
Profil Superbank
Berdasarkan informasi di situs superbank.id, Superbank merupakan brand baru menggantikan PT Bank Fama International, sebuah Bank Umum yang didirikan di Bandung, 5 Maret 1993. Pada tahun 2021, kepemilikan Bank Fama beralih kepada Grup Emtek yang diwakili oleh PT Elang Media Visitama dan PT Nusantara Berkat Agung.
Setelah akuisisi tersebut, Superbank resmi hadir sebagai bank digital modern yang berfokus pada kemudahan akses layanan keuangan bagi masyarakat luas.
Superbank menyasar masyarakat pengguna layanan digital di Indonesia. Fokus utamanya adalah mengembangkan layanan kredit digital, tabungan berbasis aplikasi, serta solusi keuangan.
Selain itu, Superbank juga memiliki komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan cara menghadirkan solusi finansial yang inklusif.
Kapan IPO Superbank Digelar?
Saat ini tengah beredar kabar Superbank berpotensi menjadi IPO besar penutup tahun 2025 yang paling ditunggu oleh investor, baik domestik maupun asing. Lalu, kapan IPO Superbank Digelar?
Hingga Rabu (12/11), belum ada pengumuman resmi mengenai kapan Superbank bakal IPO. Isu saat ini hanya berdasarkan prospektus yang beredar. Namun, rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang sudah dicanangkan sejak awal 2025.
Saat itu, mereka dilaporkan tengah mencari perbankan yang dapat membantu proses meningkatkan nilai saham perseroan dengan nilai potensi USD 200-300 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun-Rp 4,8 triliun (kurs Rp 16.270).
"Musyawarah bersifat awal dan mungkin tidak menghasilkan kesepakatan, kata orang-orang, menyebutkan rincian seperti nilai dan ukuran masih bisa berubah," tulis laporan Bloomberg, Selasa (14/1).
(SLT)
