Konten dari Pengguna

Kapan Maulid Nabi 2025? Ini Tanggal Peringatan dan Keutamaannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peringatan Maulid Nabi 2025. Foto: Unsplash/Ochimaxstudio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peringatan Maulid Nabi 2025. Foto: Unsplash/Ochimaxstudio

Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Merujuk pada laman Kemenag, Maulid Nabi bertujuan untuk mengenang kembali sejarah dan perjuangan hidup Rasulullah SAW untuk meneladani akhlaknya.

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi ditandai sebagai tanggal merah atau Hari Libur Nasional. Tujuannya agar umat Islam dapat fokus beribadah dan memperingati momen ini dengan lebih khusyuk.

Lantas, kapan Maulid Nabi 2025? Apa saja keutamaan dari peringatan ini? Catat penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Kapan Maulid Nabi 2025?

Ilustrasi peringatan Maulid Nabi 2025. Foto: Pexels/Charlie K Kuriakose

Merujuk buku Udji Asiyah (2016), Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Syaban, Maulid Nabi dalam bahasa Arab merujuk pada tempat dan waktu kelahiran Nabi Muhammad Saw. Peringatan ini dilakukan setiap tanggal 12 Rabiul Awal atau bulan ketiga dalam kalender Hijriyah.

Rabiul Awal 1447 H jatuh pada 5 September 2025. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, perayaan Maulid Nabi ditetapkan sebagai hari libur nasional, sehingga umat Islam di seluruh Indonesia bisa mengikuti berbagai kegiatan peringatan Maulid Nabi dengan lebih leluasa.

Tradisi peringatan Maulid Nabi merupakan wujud rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa risalah Islam. Sebagaimana diungkapkan Dr.H.Kholilurrohman (2018) dalam buku Wewangian Semerbak Dalam Menjelaskan Tentang Peringatan Maulid Nabi, Sayyidina Umar bin Khattab pernah berkata:

قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ : مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ قَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ

“Barangsiapa yang mengagungkan Maulid Nabi, sungguh ia telah menghidupkan agama Islam.”

Hadis tersebut menjelaskan bahwa mengagungkan Maulid Nabi dianggap sebagai cara untuk menghidupkan ajaran Islam. Setiap Muslim yang merayakannya dengan sholawat dan ibadah pun akan mendapatkan banyak pahala dan rahmat di akhirat.

Baca juga: Bacaan Mahalul Qiyam: Arab, Latin, dan Artinya untuk Dibaca saat Maulid Nabi

Keutamaan Maulid Nabi

Ilustrasi peringatan Maulid Nabi 2025. Foto: Gatot Adri/Shutterstock

Peringatan Maulid Nabi memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Dikutip dari Kisah Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Abu Nur Ahmad al-Khafi Anwar bin Shabri Shaleh Anwar (2021), keutamaan tersebut mencakup:

1. Mendapatkan Ridho Allah SWT

Umat Islam yang bergembira dan memuliakan kelahiran Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan ridho Allah SWT. Ini adalah bukti bahwa memperingati Maulid Nabi akan mendatangkan pahala dan kebaikan berlimpah.

2. Bulan Penuh Rahmat

Bulan Rabiul Awal diyakini sebagai bulan penuh rahmat. Amalan ibadah yang dilaksanakan pada bulan ini akan mendapat balasan rahmat tak terhingga dari Allah SWT.

3. Bulan Sholawat

Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bacaan sholawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Membaca sholawat juga membawa keberkahan di dunia maupun di akhirat.

4. Memuliakan Rasulullah

Perayaan Maulid Nabi merupakan momen untuk memuliakan Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat al-Bukhari disebutkan bahwa Shallallah SAW pernah bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia."

5. Mengenang Hari Lahir Rasulullah

Selain memperingati kelahiran, bulan Rabiul Awal juga menjadi momen untuk mengenang wafatnya Rasulullah SAW. Nabi Muhammad meninggal dunia di usia 63 tahun, tepat setelah melaksanakan haji wada’ atau haji perpisahan.

6. Ungkapan Sukacita

Maulid Nabi adalah momentum untuk mengekspresikan rasa syukur dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad. Berbagai kegiatan seperti pengajian, majelis ta’lim, bersedekah, hingga perayaan sederhana bersama keluarga dapat menjadi wujud syukur tersebut.

(SLT)