Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir? Ini Prediksi BMKG di Semua Wilayah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hujan deras masih terus mengguyur berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat banyak masyarakat bertanya-tanya tentang kapan musim hujan 2026 akan berakhir.
Tingginya curah hujan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang dapat terjadi, seperti genangan air, luapan sungai, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, informasi kapan berakhirnya musim hujan menjadi hal yang dinantikan karena menandai datangnya musim kemarau. Untuk mengetahui prediksi kapan musim hujan berakhir, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi berakhirnya musim hujan yang menandai awal musim kemarau akan berlangsung secara bertahap mulai April 2026. Awal musim kemarau di Indonesia tidak terjadi secara bersamaan karena dipengaruhi oleh perbedaan zona musim (ZOM), sehingga waktu berakhirnya musim hujan di tiap wilayah juga berbeda.
Secara umum, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau diperkirakan terjadi bertahap pada April hingga Juni 2026. Mengutip informasi dari unggahan resmi akun Instagram BMKG @infobmkg, berikut rincian wilayah yang akan memasuki musim kemarau:
April 2026: Jawa Barat bagian utara, pesisir utara dan selatan Jawa Tengah, sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagian wilayah Bali, sebagian kecil Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
Mei 2026: Aceh bagian utara, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian tenggara, sebagian Jambi, Sumatera Selatan bagian tengah, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan bagian barat, Kalimantan Tengah bagian tenggara, Bali bagian tengah, Papua Pegunungan, Papua bagian timur, dan, sebagian Papua Selatan.
Juni 2026: Sebagian besar Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi bagian tengah, sebagian Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, Sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo bagian utara, sebagian besar Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, Papua Timur
Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia
Berdasarkan buku Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Perubahan Iklim, Deputi Bidang Klimatologi, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari biasanya. Tercatat 325 ZOM (46,5%) mengalami kemajuan musim, 173 ZOM (24,7%) berlangsung sesuai kondisi normal, dan 72 ZOM (10,3%) diperkirakan mengalami keterlambatan dibandingkan waktu normalnya.
Selain itu, sifat hujan pada periode musim kemarau tahun ini perlu diwaspadai karena cenderung berada di bawah normal atau lebih kering dari biasanya, sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia.
Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia, meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian besar Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Kemarau tahun ini juga diperkirakan berlangsung lebih panjang dari biasanya di sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Misa Pekan Suci 2026 di Katedral Jakarta dan Tata Cara Registrasinya
(SA)
