Konten dari Pengguna

Kapan Musim Hujan di Indonesia Berakhir untuk Periode 2024-2025? Ini Jawabannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi musim hujan. Foto: TORWAISTUDIO/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi musim hujan. Foto: TORWAISTUDIO/Shutterstock

Sejak Agustus 2024, beberapa wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan, seperti di Bali dan Nusa Tenggara. Namun, musim hujan melanda wilayah Indonesia secara menyeluruh pada bulan Oktober 2024.

Puncaknya terjadi pada bulan November hingga Desember untuk wilayah Indonesia bagian barat. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian timur, puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2025.

Lantas, kapan musim hujan di Indonesia berakhir? Simak penjelasan BMKG di bawah ini.

Kapan Musim Hujan di Indonesia?

Ilustrasi musim hujan. Foto: Shutter Stock

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati kepada Antara, musim hujan 2025 di Indonesia berakhir pada akhir bulan Maret. Lalu pada bulan April, mulai terjadi transisi dari musim hujan ke musim kemarau secara bertahap.

"Musim hujan diprediksi akan berakhir sampai bulan Maret, akhir Maret 2025, dan April itu transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” ucap Dwikorita Karnawati dikutip dari Antara (5/2).

Jadi, jika di daerah Anda masih sering hujan, hal tersebut wajar karena saat ini masih periode transisi musim, belum memasuki musim kemarau sepenuhnya.

Dikutip dari laman BMKG, cuaca di bulan April ini juga masih didominasi berawan hingga hujan ringan. Meski begitu, sudah ada sebagian wilayah di Indonesia yang memasuki musim kemarau.

Prediksi Musim Kemarau Tahun 2025

Ilustrasi musim kemarau. Foto: Shutter Stock

Merangkum informasi dari YouTube Info BMKG, musim kemarau di Indonesia dipengaruhi dinamika atmosfer global. Berdasarkan monitoring suhu muka laut pada awal Maret, diketahui bahwa fenomena La Nina di Samudra Pasifik telah bertransisi menuju fase netral.

Sementara itu, di Samudra Hindia, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada pada fase netral. Kedua fenomena tersebut diprediksi akan tetap berada dalam fase netral sepanjang musim kemarau 2025.

Nah, musim kemarau 2025 diprediksi berlangsung secara bertahap, dimulai dari bagian tenggara pada bulan April. Kemudian bergerak ke barat dan utara, lalu berakhir di timur pada bulan Agustus. Berikut rinciannya:

1. Daerah yang memasuki musim kemarau pada April:

  • Lampung bagian timur

  • Pesisir utara Jawa bagian barat

  • Pesisir Jawa Timur

  • Sebagian Bali

  • Nusa Tenggara Barat

  • Nusa Tenggara Timur.

2. Daerah yang memasuki musim kemarau pada Mei:

  • Sebagian kecil Sumatera

  • Sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur

  • Sebagian Kalimantan Selatan

  • Bali

  • Papua bagian selatan

3. Daerah yang memasuki musim kemarau pada Juni:

  • Sebagian besar Sumatera

  • Sebagian besar Jawa bagian Barat

  • Kalimantan bagian selatan

  • Sebagian kecil wilayah di Sulawesi dan Papua

Puncak musim kemarau 2025 diprediksi akan terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus. Secara umum, durasinya akan lebih singkat dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

Daerah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih pendek meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara dan sebagian kecil wilayah Papua.

Namun, ada juga beberapa daerah yang diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang, yaitu sebagian besar Sumatera dan Kalimantan.

Baca Juga: Apa Itu Modifikasi Cuaca? Ini Pengertian dan Cara Melakukannya

(DEL)