Kapan Musim Kemarau 2025 Berlangsung? Ini Prediksi BMKG

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki awal Juli 2025, Indonesia seharusnya sudah mulai memasuki musim kemarau. Namun, hujan dengan intensitas tinggi justru masih mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia.
Mengutip laman resmi BMKG, kemunduran awal musim kemarau tahun ini disebabkan oleh kondisi curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya (di atas normal) selama periode April hingga Mei 2025, yang seharusnya merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Fenomena cuaca yang tak menentu ini tentu berdampak pada sektor pertanian, keterlambatan tanam, hingga potensi gangguan distribusi hasil panen di beberapa wilayah. Sebenarnya, kapan musim kemarau 2025 akan berlangsung?
Kapan Musim Kemarau 2025?
Menurut analisis BMKG, hingga akhir Juni 2025, baru sekitar 30% zona musim di Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini hanya setengah dari total zona musim yang secara klimatologis seharusnya sudah kering pada periode tersebut.
Pada waktu yang sama, hujan dengan intensitas di atas normal tercatat masih melanda sekitar 53% wilayah Indonesia. Wilayah yang terdampak meliputi Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Kondisi ini terjadi akibat curah hujan dasarian yang tercatat lebih tinggi dari biasanya (kategori Atas Normal). Anomali tersebut mulai terdeteksi sejak awal Mei 2025 dan masih berlangsung hingga sekarang.
Curah hujan yang masih tinggi di Indonesia dipicu oleh lemahnya Monsun Australia yang membuat udara di wilayah selatan tetap lembap, serta adanya aktivitas atmosfer seperti MJO dan gelombang ekuator.
MJO terpantau aktif di wilayah timur Indonesia, seperti Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua. Sementara gelombang Rossby, Kelvin, dan Low Frequency memperkuat pembentukan awan hujan di Sumatra bagian Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara, dan selatan Jawa.
Berdasarkan Analisis Perkembangan Musim Kemarau Dasarian III, daftar wilayah yang telah memasuki musim kemarau pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Sebagian kecil Aceh
Sebagian Sumatra Utara
Sebagian Bengkulu
Sebagian Jambi
Sebagian Sumatera Barat
Sebagian kecil Sumatera
Selatan Sebagian Banten
Sebagian Jawa Barat
Sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur
Sebagian kecil Bali
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sebagian kecil Kalimantan Selatan
Sebagian kecil Sulawesi Selatan
Sebagian kecil Papua Barat.
Mengutip laman resmi BMKG, sebagian wilayah Indonesia masih akan diguyur hujan di atas normal hingga Oktober 2025. Dengan begitu, durasi musim kemarau 2025 diprediksi lebih pendek dibandingkan tahun lalu.
Kondisi curah hujan yang tetap tinggi selama periode kemarau membawa dua konsekuensi yang harus disikapi secara tepat. Di satu sisi, hal ini menguntungkan sektor pertanian padi karena irigasi tetap terjaga. Namun, di sisi lain, tanaman hortikultura menjadi lebih rentan terhadap hama dan penyakit akibat kelembapan tinggi.
Melihat kondisi atmosfer yang masih berubah-ubah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia.
Baca Juga: Jakarta Hujan Deras Lagi, Titik Banjir Bertambah Jadi Rendam 50 RT
(ANB)
