Konten dari Pengguna

Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal dan Contoh Amalannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi momen Nisfu Syaban. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi momen Nisfu Syaban. Foto: Pexels

Nisfu Syaban merupakan salah satu momen istimewa dalam ajaran Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban, yakni bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Momentum ini sering dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah sekaligus mempererat hubungan dengan Allah SWT.

Selain itu, Nisfu Syaban juga bisa jadi momen yang tepat untuk intropeksi diri dengan merenungkan amalan selama setahun terakhir. Di momen ini, umat muslim bisa mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

Lantas, kapan Nisfu Syaban 2026 akan berlangsung? Simak jadwal dan contoh amalan lengkapnya dalam artikel berikut!

Kapan Nisfu Syaban 2026?

Ilustrasi kapan Nisfu Syaban 2026? Foto: Unsplash

Berdasarkan Kalender Hijriah 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), malam pertengahan Syaban atau Nisfu Syaban jatuh pada Senin, 2 Februari 2026. Sementara peringatan Nisfu Syaban sendiri akan berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026.

Momentum ini dimulai sejak matahari terbenam pada 14 Syaban 1447 Hijriah yang menandai masuknya tanggal 15 Syaban. Ini karena pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi saat Maghrib, bukan pukul 00.00 seperti kalender Masehi.

Agar memudahkan pemantauan serta persiapan amalan selama bulan Syaban, berikut ini daftar lengkap kalender Syaban 1447 Hijriah yang disesuaikan dengan penanggalan Masehi:

  • 1 Syaban 1447 H: Selasa, 20 Januari 2026

  • 2 Syaban 1447 H: Rabu, 21 Januari 2026

  • 3 Syaban 1447 H: Kamis, 22 Januari 2026

  • 4 Syaban 1447 H: Jumat, 23 Januari 2026

  • 5 Syaban 1447 H: Sabtu, 24 Januari 2026

  • 6 Syaban 1447 H: Minggu, 25 Januari 2026

  • 7 Syaban 1447 H: Senin, 26 Januari 2026

  • 8 Syaban 1447 H: Selasa, 27 Januari 2026

  • 9 Syaban 1447 H: Rabu, 28 Januari 2026

  • 10 Syaban 1447 H: Kamis, 29 Januari 2026

  • 11 Syaban 1447 H: Jumat, 30 Januari 2026

  • 12 Syaban 1447 H: Sabtu, 31 Januari 2026

  • 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026

  • 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026 (Malam Nisfu Syaban)

  • 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026 (Nisfu Syaban)

  • 16 Syaban 1447 H: Rabu, 4 Februari 2026

  • 17 Syaban 1447 H: Kamis, 5 Februari 2026

  • 18 Syaban 1447 H: Jumat, 6 Februari 2026

  • 19 Syaban 1447 H: Sabtu, 7 Februari 2026

  • 20 Syaban 1447 H: Minggu, 8 Februari 2026

  • 21 Syaban 1447 H: Senin, 9 Februari 2026

  • 22 Syaban 1447 H: Selasa, 10 Februari 2026

  • 23 Syaban 1447 H: Rabu, 11 Februari 2026

  • 24 Syaban 1447 H: Kamis, 12 Februari 2026

  • 25 Syaban 1447 H: Jumat, 13 Februari 2026

  • 26 Syaban 1447 H: Sabtu, 14 Februari 2026

  • 27 Syaban 1447 H: Minggu, 15 Februari 2026

  • 28 Syaban 1447 H: Senin, 16 Februari 2026

  • 29 Syaban 1447 H: Selasa, 17 Februari 2026

  • 30 Syaban 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026

Contoh Amalan Nisfu Syaban

Ilustrasi contoh amalan Nisfu Syaban. Foto: Pexels

Meskipun tidak terdapat ritual khusus yang diwajibkan, umat Islam dapat mengisi malam pertengahan Syaban dengan berbagai amalan sunnah. Mengutip laman Baznas, berikut beberapa contoh amalan yang dapat dilakukan:

1. Berzikir dan Berdoa

Umat muslim dianjurkan memperbanyak zikir dan doa untuk memohon ampunan serta kebaikan hidup, termasuk pada malam Nisfu Syaban. Perintah untuk berzikir disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 41–43, sementara anjuran berdoa ditegaskan dalam Surat Ghafir ayat 60.

2. Membaca Surat Yasin

Dalam kitab Mujarrabat disebutkan bahwa salah satu amalan pada malam Nisfu Syaban adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat berikut:

  • Bacaan pertama: Memohon umur yang panjang, penuh berkah, serta keteguhan dalam ketaatan.

  • Bacaan kedua: Memohon perlindungan dari musibah, fitnah, dan berbagai bahaya.

  • Bacaan ketiga: Memohon keteguhan iman dan Islam hingga akhir hayat.

3. Menjalankan Puasa Sunnah Senin

Karena 14 Syaban 1447 H bertepatan dengan hari Senin, umat Islam dapat mengamalkan puasa sunnah Senin yang memiliki keutamaan besar. Sebelum menjalankannya, puasa sunnah Senin diawali dengan membaca niat berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala.”

4. Menjalankan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Selain puasa sunnah Senin, umat Islam juga dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh. Ini karena tanggal 14 Syaban 1447 H termasuk dalam hari-hari yang dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah Ayyamul Bidh. Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah ayyamul bidh karena Allah Ta'ala.”

Baca juga: Kapan Lebaran 2026 Muhammadiyah? Ini Jadwalnya!

(RK)