Kapan Pengumuman MSCI 2026? Ini Jadwal Lengkapnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia investasi, Morgan Stanley Capital International (MSCI) dikenal sebagai perusahaan yang rutin merilis indeks saham setiap tahun. Indeks tersebut disusun setelah MSCI memantau kinerja saham berkapitalisasi besar dan menengah dari berbagai pasar global.
Indeks MSCI berfungsi sebagai tolok ukur bagi investor global dalam memilih saham karena dapat menggambarkan kinerja pasar saham di berbagai negara. Untuk menjaga akurasi dan relevansinya, indeks tersebut akan dievaluasi atau di-rebalancing secara berkala.
Oleh karena itu, memahami waktu rebalancing MSCI sangat penting bagi para investor agar keputusan yang diambil lebih terukur dan berbasis data. Lantas, kapan pengumuman MSCI 2026? Agar lebih jelas, simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Jadwal Rebalancing MSCI 2026
Sepanjang tahun 2026, MSCI menjadwalkan empat peninjauan utama dengan dua fase penting di setiap periode, yakni pengumuman resmi dan tanggal implementasi. Pengumuman MSCI 2026 yang pertama dijadwalkan berlangsung pada 10 Februari pukul 23.00 waktu CEST.
Karena perbedaan waktu, hasil rebalancing indeks MSCI baru dapat diakses investor Indonesia pada 11 Februari pukul 04.00 WIB. Agar tidak melewatkan setiap pengumuman pentingnya, berikut jadwal lengkap rebalancing MSCI 2026 yang dikutip dari laman resmi MSCI.
Rebalancing Februari 2026
Pengumuman: 10 Februari 2026
Berlaku: 2 Maret 2026
Rebalancing Mei 2026
Pengumuman: 12 Mei 2026
Berlaku: 1 Juni 2026
Rebalancing Agustus 2026
Pengumuman: 12 Agustus 2026
Berlaku: 1 September 2026
Rebalancing November 2026
Pengumuman: 11 November 2026
Berlaku: 1 Desember 2026
Sebagai informasi tambahan, jadwal rebalancing MSCI umumnya memiliki dampak terhadap pasar saham. Beberapa dampak tersebut antara lain:
Pengaruh terhadap harga saham: Saham yang masuk indeks berpotensi mengalami kenaikan harga karena meningkatnya permintaan dari dana pasif, sedangkan saham yang dikeluarkan sering menghadapi tekanan jual.
Perubahan arus dana asing: Investor institusi global cenderung menyesuaikan kepemilikan sesuai komposisi indeks, sehingga rebalancing dapat memicu masuk atau keluarnya dana dalam jumlah besar.
Lonjakan aktivitas perdagangan: Menjelang tanggal efektif, volume transaksi biasanya meningkat, terutama pada saham yang terdampak langsung oleh rebalancing.
Sekilas tentang Rebalancing Index
Menyadur dari laman Investopedia, rebalancing indeks adalah penyesuaian berkala terhadap bobot aset dalam suatu indeks. Proses ini dilakukan secara rutin agar indeks selalu mencerminkan kondisi pasar terkini sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Indeks saham nantinya akan menjadi patokan investasi bagi investor institusi, dana pensiun, perusahaan asuransi, dan manajer investasi (MI). Dalam pasar modal Indonesia, terdapat dua jenis rebalancing atau evaluasi, yaitu evaluasi mayor dan evaluasi minor.
Evaluasi mayor bertujuan memilih saham konstituen indeks untuk periode berikutnya, sekaligus menyesuaikan jumlah saham dan bobot tiap konstituen dalam indeks. Sedangkan evaluasi minor hanya mengubah jumlah saham dan bobot tanpa menambah atau mengganti konstituen.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,60 Persen ke 8.921, Bursa Asia Kompak Menguat
(RK)
