Kapan Tarawih Pertama 2026? Ini Jadwal Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ramadan 2026 tinggal menghitung hari. Umat Islam di Indonesia pun mulai bersiap menjalankan ibadah puasa serta rangkaian ibadah lainnya di bulan penuh berkah ini.
Salah satu ibadah yang paling dinantikan adalah salat tarawih yang dilaksanakan setiap malam selama Ramadan. Kapan tarawih pertama 2026 dilaksanakan? Untuk mengetahui jawabannya, simaklah pembahasan dalam artikel berikut!
Kapan Tarawih Pertama 2026?
Pelaksanaan salat tarawih pertama bergantung pada penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 yang mengacu pada Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025. Dalam hal ini, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Lewat penetapan tersebut, diputuskan bahwa salat tarawih pertama Muhammadiyah dilaksanakan pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia dapat mempersiapkan diri untuk menunaikan salat tarawih di malam tersebut selepas salat Isya.
Lain halnya dengan pemerintah, Kementerian Agama belum menetapkan tanggal pasti untuk tarawih pertama. Sebab, sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1447 H baru akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 16.00 WIB.
Jika mengacu pada kalender Hijriah dari Kementerian Agama, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Apabila tanggal ini sesuai, maka tarawih pertama akan dimulai pada Rabu malam, 18 Februari 2026 selepas salat Isya. Namun, kepastian final tetap menunggu hasil pengamatan hilal dan keputusan sidang isbat.
Tata Cara Salat Tarawih
Bagi yang ingin melaksanakan salat tarawih, maka perlu memahami tata cara pelaksanaannya terlebih dahulu. Mengutip buku Fikih Salat Sunah (2021) oleh Ali Musthafa Siregar, bilangan rakaat salat Tarawih adalah 20 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Hukum salat tarawih sunah muakkad. Artinya, salat sunnah ini tidak wajib, namun sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar. Salat tarawih hanya boleh dilakukan saar bulan Ramadan, baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Niat Salat Tarawih
Sebelum memulai salat tarawih, hendaknya membaca niat terlebih dahulu. Berikut bacaannya:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Adapun untuk salat tarawih berjamaah sebagai makmum, niatnya sedikit berbeda dengan menambahkan kata "ma'muman" yang artinya sebagai makmum. Niat ini mesti dibaca setiap dua rakaat salat tarawih.
Tata Cara Pelaksanaan
Tata cara salat tarawih dimulai dengan takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, lalu membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surat pendek, seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas.
Setelah itu, lakukan rukuk, i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua. Bangkit ke rakaat kedua, ulangi langkah yang sama, kemudian duduk tahiyat akhir dan salam.
Proses dua rakaat salam ini diulangi hingga mencapai jumlah rakaat yang dikehendaki. Setelah selesai salat tarawih, dianjurkan membaca zikir dan selawat sebelum melanjutkan dengan salat witir.
(FHK)
Baca juga: 3 Ceramah tentang Puasa Ramadhan yang Penuh Keberkahan
