Konten dari Pengguna

Kapan Terakhir Potong Kuku Sebelum Kurban 2025? Ini Penjelasan dan Hikmahnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sapi untuk kurban. Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sapi untuk kurban. Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO

Semakin mendekatnya Idul Adha 2025, umat Islam yang berniat untuk berkurban mulai mempersiapkan beberapa hal. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang berniat berkurban.

Ketentuan ini didasarkan pada hadist Nabi. Namun, alam praktiknya, banyak yang masih bingung mengenai kapan terakhir potong kuku sebelum kurban 2025. Agar lebih paham, simak penjelasan berikut ini.

Waktu Terakhir Potong Kuku Sebelum Kurban 2025

Ilustrasi memotong kuku. Foto: Melly Meiliani/kumparan

Mengutip buku Tuntunan Berkurban dan Menyembelih Hewan oleh Ali Ghufron, Rasulullah SAW melarang umat Islam yang hendak berkurban untuk memotong rambut, kuku, dan kulit yang tumbuh sejak tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah. Ketentuan ini didasarkan pada hadist Nabi yang berbunyi:

"Jika kalian melihat hilal Zulhijah, dan di antara kalian ada yang ingin berkurban, maka hendaklah dia menahan (tidak memotong) sebagian rambutnya dan kukunya." (HR. Muslim)

Adapun menurut kalender Hijriah tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama dan ditetapkan dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025, 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025.

Jadi, apabila merujuk pada buku Kalender Hijriyah Dalam Kajian Syari'ah dan Astronomi karya Vivit Fitriyanti, di mana hari baru dalam kalender Islam dimulai saat matahari terbenam, maka larangan memotong kuku mulai berlaku pada Selasa (27/5) malam.

Perlu diketahui, larangan memotong kuku dan rambut ini hanya berlaku bagi yang berkurban, bukan anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, jika seseorang mewakili keluarga untuk berkurban, maka hanya dia yang wajib mengikuti aturan ini.

5 Hikmah Larangan Potong Kuku sebelum Idul Adha

Ilustrasi kurban saat lebaran idul Adha. Foto: Shutter Stock

Menukil dari laman Baznas, berikut lima makna penting di balik larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang akan berkurban:

1. Melatih Disiplin dalam Beribadah

Larangan ini merupakan latihan untuk menumbuhkan kedisiplinan dalam menjalankan syariat. Menahan diri dari hal kecil seperti memotong kuku bisa menjadi bentuk kepatuhan terhadap anjuran Rasulullah SAW dan menunjukkan komitmen dalam beribadah.

2. Merasakan Nuansa Haji

Sebagian ulama memaknai larangan ini sebagai bentuk simbolik, mirip dengan jamaah haji yang berada dalam keadaan ihram. Meski tidak berhaji, orang yang berkurban turut merasakan semangat dan suasana ibadah haji.

3. Tanda Ketaatan Lahir dan Batin

Tidak memotong kuku dan rambut bukan hanya bentuk kepatuhan secara fisik, tapi juga simbol pengendalian diri. Begitupun dengan kurban, bukan sekadar menyembelih hewan, tapi juga mengikis ego dan hawa nafsu.

4. Momen Introspeksi dan Penguat Niat

Larangan ini bisa menjadi ajakan untuk merenungkan niat pelaksanaan ibadah kurban yang dilakukan, apakah karena Allah atau hanya sekadar tradisi. Dengan menjaga hal-hal kecil, seseorang dapat belajar memperkuat keikhlasan dalam beramal.

5. Melatih Kesabaran

Secara psikologis, menunda potong kuku dapat melatih kesabaran seseorang. Meski terlihat sepele, menahan diri dari memotong kuku dapat menjadi sarana untuk membentuk keteguhan hati dalam menghadapi ujian kehidupan.

Baca Juga: Umur Minimal Kambing Bisa untuk Kurban, Cek Faktanya agar Kurban Sah

(ANB)