Kapan Waktu Terbaik Sholat Tahajud? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 9 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat tahajud dapat menjadi rahasia terkabulnya doa dan diangkatnya derajat seorang Muslim. Keutamaannya akan lebih terasa apabila dilaksanakan di waktu terbaik, yakni saat Allah SWT turun ke langit dunia.
Dikutip dari buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah Saw (2016) oleh Ustadz Arif Rahman, tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah tidur, meskipun hanya sebentar.
Sebenarnya, kapan waktu terbaik sholat tahajud? Yuk, simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Waktu Terbaik Sholat Tahajud
Waktu terbaik sholat tahajud adalah sesudah mengerjakan sholat isya hingga masuk waktu subuh. Adapun waktu tersebut terbagi menjadi tiga bagian malam, yaitu:
1. Sepertiga Malam Pertama
Dimulai setelah sholat isya sekitar pukul 19.30 - 22.00 malam. Meskipun sah dan tetap mendapatkan pahala, para ulama sepakat bahwa keutamaan waktu ini berada di tingkat dasar dibandingkan dua waktu setelahnya. Namun, ini jauh lebih baik daripada tidak melaksanakannya sama sekali.
2. Sepertiga Malam Kedua
Rentang waktu sepertiga malam kedua dimulai sekitar pukul 22.00 - 01.00 dini hari. Pada saat ini, kebanyakan orang sudah mulai terlelap, sehingga suasana menjadi tenang dan hening. Keheningan ini dapat membantu Anda untuk mencapai kekhusyukan mendalam saat bermunajat kepada Allah SWT.
3. Sepertiga Malam Terakhir
Waktu terbaik sholat tahajud yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir, dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari sampai sesaat sebelum adzan Subuh berkumandang.
Keistimewaan waktu sholat ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Rabb kita Tabaaraka wa Ta'aala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758)
Baca juga: Sholat Dhuha Berapa Rakaat? Ini Tata Cara dan Keutamaannya
Tata Cara Sholat Tahajud
Sholat tahajud dikerjakan minimal dua rakaat dan tidak memiliki batas maksimal. Berikut tata caranya:
1. Membaca Niat Sholat Tahajud
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat mengerjakan sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.
2. Membaca Doa Iftitah
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ"
Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk golongan orang-orang muslim."
3. Membaca Surat Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
4. Membaca Surat Pendek Al-Qur'an
Dianjurkan membaca surat yang panjang jika mampu, tetapi surat pendek pun tidak mengapa. Contohnya, pada rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas.
5. Ruku’ dan I'tidal
Ruku' dengan tuma'ninah (tenang sejenak) sambil membaca doa berikut sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal 'adziimi wa bihamdih.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya."
Bangkit dari ruku' untuk i'tidal sambil mengangkat kedua tangan dan membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'allaahu liman hamidah.
Artinya: "Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya."
Saat sudah berdiri tegak, bacalah:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbanaa lakal hamdu mil'us samaawati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du.
Artinya: "Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu."
6. Sujud dan Duduk di Antara Dua Sujud
Ucapkan "Allahu Akbar" lalu turun untuk bersujud dengan tuma'ninah. Saat sujud, baca tasbih berikut tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal a'laa wa bihamdih.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya."
Bangkit dari sujud untuk duduk sambil mengucap "Allahu Akbar" dan membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."
Ucapkan "Allahu Akbar" dan kembali bersujud dengan membaca tasbih yang sama seperti sujud pertama.
7. Berdiri untuk Rakaat Kedua
Bangkit dari sujud kedua untuk berdiri memulai rakaat kedua sambil mengucap "Allahu Akbar". Rakaat kedua dikerjakan sama persis seperti rakaat pertama, dimulai dari membaca Surat Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, hingga dua kali sujud.
8. Duduk Tasyahud (Tahiyat) Akhir
Setelah sujud kedua di rakaat terakhir, duduklah untuk tasyahud akhir dan bacalah:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
At-tahiyyaatul mubaarakaatus salawaatut thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahis saalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma salli 'alaa sayyidinaa muhammad, wa 'alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa sallaita 'alaa sayyidinaa ibraahiim, wa 'alaa aali sayyidinaa ibraahiim. Wa baarik 'alaa sayyidinaa muhammad, wa 'alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa ibraahiim, wa 'alaa aali sayyidinaa ibraahiim, fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tetap tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tetap terlimpah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
9. Mengucap Salam
Sholat diakhiri dengan mengucap “Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah” sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Jika ingin melanjutkan sholat, ulangi lagi langkah-langkah di atas untuk dua rakaat berikutnya.
Doa Setelah Sholat Tahajud
Setelah selesai sholat, jangan langsung beranjak. Umat Muslim dianjurkan berdzikir dan memanjatkan doa sholat tahajud karena ini adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Berikut doa setelah sholat tahajud:
اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa'dukal haqqu wa liqa'uka haqqun wa qauluka haqqun wal jannatu haqqun wannaru haqqun wan nabiyyuna haqqun wa muhammadun shallallahu 'alaihi wa sallama haqqun wassa'atu haqqun. Allahumma laka aslamtu wa bika amantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khashamtu wa ilaika hakamtu faghfirli ma qaddamtu wa ma akhkhartu wa ma asrartu wa ma a'lantu wa ma anta a'lamu bihi minni, antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru la ilaha illa anta, wa la haula wa la quwwata illa billah.
Artinya: "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkaulah penegak langit dan bumi serta segala isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau raja langit dan bumi serta segala isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta segala isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Maha Benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad SAW itu benar, dan hari kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, karena-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosaku yang telah aku lakukan dan yang kemudian, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan. Tidak ada tuhan selain Engkau, dan tidak ada daya upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah." (HR Bukhari dan Muslim)
(FHK)
Baca juga: Bacaan Sholat Subuh dari Niat sampai Salam Lengkap dengan Doa Qunut
