Konten dari Pengguna

Kata Bentukan: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kalimat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kata bentukan. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kata bentukan. Foto: pixabay

Dalam ilmu bahasa Indonesia dikenal berbagai jenis kata, salah satunya kata dasar. Kata dasar yang mengalami proses pembentukan disebut sebagai kata bentukan.

Kata bentukan dibagi menjadi dua jenis, yakni pengimbuhan dan pengulangan kata. Tiap kata bentukan memiliki ciri dan strukturnya masing-masing.

Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang kata bentukan lengkap dengan contoh kalimatnya.

Kata Bentukan

Mengutip buku Think Smart Bahasa Indonesia karya Ismail Kusmayadi, kata bentukan dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu pengimbuhan dan pengulangan kata.

  1. Pengimbuhan

Ada empat macam imbuhan (afiks) yang biasa dipakai, yakni awalan (prefiks), akhiran (sufiks), gabungan awalan dan akhiran (konfiks, serta sisipan (infiks).

  • Imbuhan yang termasuk awalan (konfiks) adalah meN-, peN-, pe- , per-, ber-, ter-, di-, per-, dan se-

  • Imbuhan yang termasuk akhiran (sufiks) adalah -an, -i, -kan, -nya. Selain itu, ada juga akhiran yang merupakan serapan dari bahasa asing seperti -is, -ik, -isasi, -iah, -isme, -wi, -man, dan -wati.

  • Imbuhan yang termasuk gabungan awalan dan akhiran (konfiks) adalah ke-an, peN-an, per-an,

  • Imbuhan yang termasuk sisipan (infiks) adalah el, em, dan er.

Contoh Kalimat:

Erika adalah siswi tercantik di kelasnya.

Salsa sangat ahli dalam bermain seruling.

Awali semua pekerjaan dengan berdoa

Mereka berdua saling berpandangan.

Ilustrasi kata bentukan. Foto: pixabay
  1. Pengulangan Kata

Kata ulang ditulis secara lengkap menggunakan tanda (-). Bahasan kata ulang mencakup gabungan kata dasar, gabungan kata berimbuhan, dan gabungan kata dasar berubah bunyi.

a. Pengulangan Kata Dasar

Pengulangan kata dasar tidak menggunakan angka dua pada akhir kata, tetapi menggunakan tanda penghubung. Contoh: cakap-cakap, kota-kota, orang-orang, rumah-rumah, tinggi-tinggi, pandai-pandai, dan rajin-rajin.

b. Pengulangan Kata Berimbuhan

Pengulangan kata turunan (berimbuhan) ditulis dengan kata penghubung, tidak menggunakan angka dua. Contoh: berhubung-hubungan, beramai-ramai, dipukul-pukul, melambai-lambai,

c. Pengulangan Kata Berubah Bunyi

Pengulangan kata berubah bunyi juga ditulis dengan kata penghubung. Namun, ada sedikit perubahan huruf konsonan atau vokal pada tiap katanya. Contoh: bolak-balik, huru-hara, lauk-pauk, ramah-tamah

(MSD)