Kata Kerja Mental: Pengertian, Sifat, dan Fungsinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata kerja atau verba adalah sebuah kata yang dapat menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan yang sedang dilakukan. Bahasa Indonesia memiliki ragam kata kerja yang luas, salah satunya kata kerja mental.
Kata kerja ini dapat digunakan secara lisan atau pun tulisan. Dalam sebuah tulisan, penggunaan kata kerja mental digunakan agar perasaan penulis mampu direalisasikan dengan lebih detil. Selain itu, kata kerja mental juga dapat mendeskripsikan sesuatu secara rinci, sehingga membuat pembaca seolah-olah mengalami apa yang dialami oleh penulis.
Pardiyono menuliskan dalam bukunya yang berjudul Pasti Bisa: The Art of Teaching bahwa kata kerja mental sering digunakan untuk meyakinkan pembacanya (to convince). Dengan begitu pembaca akan terpengaruh atau merasa yakin dengan dirinya sendiri.
Kata kerja ini sering digunakan oleh para motivator, penceramah, hingga penulis-penulis buku dengan jenis self improvement. Untuk lebih memahami kata kerja mental, berikut penjelasan lengkapnya beserta contohnya.
Pengertian dan Contoh Kata Kerja Mental
Dilansir dari laman Education Topia, kata kerja mental adalah jenis kata kerja yang mengacu pada keadaan kognitif (yang berhubungan dengan logika). Kata kerja ini ditandai dengan penggunaan kata kerja yang bermakna dan berhubungan dengan pancaindra manusia, juga terkait dengan kegiatan dari hasil pemikiran.
Contoh kata kerja yang terhubung dengan kemampuan pancaindra manusia adalah seperti memutuskan, memahami, merencanakan, mendengar, melihat, merasa, khawatir, dan lain sebagainya. Jika kata-kata tersebut atau kata kerja mental lainnya berada dalam suatu kalimat, artinya kalimat tersebut mengandung verba mental di dalamnya.
Kata kerja mental memiliki fungsi dan sifat yang berbeda jika dibandingkan dengan kata kerja yang lainnya. Salah satu fungsi kata kerja mental adalah dapat mengekspresikan sikap atau respon seseorang mengenai suatu pengalaman atau perbuatan. Sedangkan sifat kata kerja mental dapat dilihat melalui kriteria di bawah ini:
1. Tidak dapat berdiri sendiri
Kata kerja mental tidak dapat berdiri sendiri di dalam suatu kalimat. Kata kerja ini harus disertai dengan subjek dan kejadian atau peristiwa yang dapat memicu tanggapan. Dengan begitu, kalimat menjadi jelas dan terstruktur.
2. Menggambarkan perasaan
Kata kerja mental biasa dilakukan oleh manusia dalam menggambarkan perasaan yang dialaminya. Sehingga, apa yang ia tulis dan diucapkannya dapat mudah dipahami oleh pembaca atau seseorang.
3. Menggunakan kata kerja lainnya
Kata kerja mental menggunakan kata kerja pengiring bersamanya, yakni dengan menggunakan kata kerja yang menerangkan tentang persepsi (melalui pancaindra, seperti melihat atau meraba), afeksi (perasaan emosi yang lunak, seperti sedih atau gelisah), dan yang terakhir adalah kognitif (menggunakan daya pikir otak, seperti menganalisis atau mengerti).
Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
Ani melihat sesuatu yang aneh dari dalam sana.
Keterangan: kata melihat di atas mengandung makna kata kerja persepsi yang melibatkan pancaindra manusia.
Tio gelisah menanti ibunya yang tak kunjung pulang ke rumah.
Keterangan: kata gelisah mengandung makna kata kerja mental afeksi yang melibatkan perasaan emosi manusia.
Surya mengerti bahwa ia sebenarnya tidak pantas melakukan hal itu.
Keterangan: kata mengerti mengandung makna kata kerja mental kognitif yang melibatkan daya kerja otak.
(IMR)
