Kata yang Tidak Boleh di Awal Kalimat, Apa Saja?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata yang tidak boleh diawal kalimat terdapat dalam kaidah penulisan bahasa Indonesia. Adapun jenis kata yang tidak boleh di awal kalimat adalah konjungsi atau kata hubung tertentu.
Mengutip buku Taktik Taktis Lolos UN SMA/MA IPA 2014 oleh Juwita Herlina Riskawati, dkk., konjungsi atau kata hubung adalah jenis kata yang berfungsi untuk menghubungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat.
Kata hubung terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu konjungsi setara (koordinatif), konjungsi bertingkat (subordinatif), konjungsi berpasangan (korelatif), dan konjungsi antarkalimat.
Adapun jenis kata hubung tersebut yang tidak boleh diletakkan di awal kalimat ialah konjungsi setara dan berpasangan. Untuk mengetahui kata hubung yang tidak boleh di awal kalimat, berikut adalah penjelasannya.
Kata yang Tidak Boleh di Awal Kalimat
Sebelum mengetahui berbagai contoh kata yang tidak boleh ditulis di awal kalimat, Anda harus memahami terlebih dahulu fungsi setiap jenis kata hubung dan contoh penggunaannya.
Mengutip buku Master Kisi-Kisi UN SMA/MA IPS 2019 oleh Tim Garuda Eduka, berikut kata depan yang tidak boleh di awal kalimat:
1. Konjungsi Setara (Koordinatif)
Konjungsi setara adalah kata yang menghubungkan dua kalimat atau lebih menjadi kalimat majemuk setara atau memiliki nilai sama, seperti kalimat induk dengan kalimat induk lain, atau anak kalimat dengan anak kalimat lain. Kata ini tidak boleh ditulis di awal kalimat.
Contoh kata hubung: dan, serta, atau, tetapi, sedangkan.
Contoh kalimat: Saya pergi dan ia ikut pergi.
2. Konjungsi Bertingkat (Subordinatif)
Konjungsi bertingkat adalah kata yang menghubungkan sebuah induk kalimat dengan anak kalimat. Kata ini dapat diletakkan di awal kalimat.
Contoh kata hubung: sejak, jika, dengan, karena, sehingga.
Contoh kalimat: Saya pergi ketika ia datang; Ketika ia datang, saya pergi.
3. Konjungsi Berpasangan (Korelatif)
Konjungsi berpasangan adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama. Kata ini tidak bisa diletakkan di awal kalimat.
Contoh kata hubung: tidak ... tetapi, bukan ... melainkan.
Contoh kalimat: Itu bukan perahu, melainkan ikan paus.
4. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat adalah kata yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Biasanya, penulisan konjungsi dipisahkan oleh koma dengan bagian lain pada kalimat. Kata ini bisa diletakkan di awal kalimat.
Contoh kata hubung: namun, oleh sebab itu, dengan demikian, sesudah itu, selain itu, sebelum itu.
Contoh kalimat: Saya tidak setuju. Namun, saya tidak melarang.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kata yang tidak boleh ditulis di awal kalimat adalah semua kata yang termasuk konjungsi setara dan berpasangan.
Kata-kata konjungsi setara yang tidak boleh ditulis di awal kalimat antara lain: dan, serta, atau, tetapi, sedangkan, melainkan.
Kata-kata konjungsi berpasangan yang tidak boleh ditulis di awal kalimat antara lain: tidak ... tetapi, bukan ... melainkan.
Sebagai contoh, perhatikan dua kalimat dengan penggunaan konjungsi setara berikut:
Contoh salah: Dan kemudian saya pergi ke toko untuk membeli buah.
Contoh benar: Saya pergi ke toko dan kemudian membeli buah.
Dalam kalimat pertama, penempatan "dan" di awal kalimat membuat kalimat terasa panjang dan tidak efektif. Sementara dalam kalimat kedua, penempatan "dan" setelah kata kerja "pergi" membuat kalimat lebih jelas dan mudah dipahami.
Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis kata hubung dalam bahasa Indonesia dan contoh penulisan kata yang tidak boleh di awal kalimat.
(SFR)
