Konten dari Pengguna

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Diamond Crepe yang Kerap Dijadikan Busana Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bahan diamond crepe. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bahan diamond crepe. Foto: pixabay

Diamond crepe merupakan salah satu jenis bahan yang cukup populer. Biasanya, bahan ini dimanfaatkan sebagai bahan dasar busana Muslim seperti gamis syar’i, hijab, pasmina, dan lain-lain.

Diamond crepe masih termasuk dalam jenis bahan crepe. Mengutip buku Ilmu Tekstil karya Dewi Sulyanthini (2021), secara bahasa, kain crepe berasal dari bahasa Prancis yang berarti kerut.

Bahan ini memiliki serat yang cukup tegas disertai dengan tekstur kilauan di permukaannya. Diamond crepe juga memiliki tekstur seperti kulit jeruk. Bahan kain ini merupakan turunan dari Diamond Italiano dan Diamond Georgette.

Bahan diamond crepe tersedia dalam banyak warna. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Diamond Crepe

Ciri khas bahan diamond crepe terletak pada tekstur kainnya yang sedikit kasar. Seratnya cenderung bergelombang dan berkilau, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Ilustrasi bahan diamond crepe. Foto: pixabay

Meski terlihat kaku, kain ini ternyata cukup elastis ketika dipakai. Bahannya tidak licin sehingga cocok untuk dijadikan bahan busana Muslim seperti gamis, hijab, dan pasmina.

Bahan diamond crepe tersedia dalam berbagai pilihan warna yang cocok digunakan oleh orang Indonesia. Diikutip dari beberapa sumber, berikut kelebihan bahan diamond crepe selengkapnya:

1. Tekstur berkilau

Sesuai dengan namanya, tektur diamond crepe terlihat berkilau seperti berlian. Sehingga, bahan ini cocok digunakan sebagai bahan dasar pakaian formal. Dari jarak jauh, kain diamond crepe terlihat lebih mewah dan mahal.

2. Kain bersifat jatuh

Bahan diamond crepe bersifat jatuh. Oleh karena itu, bahan ini cocok dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan gamis, hijab, dan pasmina. Jika dikenakan, busana berbahan diamond crepe membuat postur tubuh menjadi lebih langsing.

3. Tidak panas

Bahan diamond crepe tidak panas dan gerah. Bahan ini cocok digunakan oleh orang yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Bahan ini mudah menyerap keringat, sehingga tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

Ilustrasi bahan diamond crepe. Foto: pixabay

Selain mempunyai kelebihan, bahan diamond crepe juga memiliki kekurangan. Warna bahan ini cenderung mudah pudar dan tidak bertahan lama.

Kemudian, kainnya juga mudah rapuh dan tidak tahan panas. Oleh karena itu, Anda disarankan berhati-hati ketika menggosok pakaian berbahan diamond crepe ini.

Sebaiknya hindari menyetrika dengan suhu panas supaya kain tidak meleleh. Jika tidak dirawat dengan baik, kain ini akan mudah rusak.

Jangan terlalu sering menggunakan mesin cuci, sebaiknya bersihkan pakaian secara manual. Saat menjemur, jangan terkena sinar matahari langsung karena bisa merusak pakaian.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu bahan diamond crepe?
chevron-down

Diamond crepe merupakan jenis bahan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar busana Muslim seperti gamis syar’i, hijab, pasmina, dan lain-lain.

Bagaimana tekstur diamond crepe?
chevron-down

Diamond crepe memiliki tekstur sedikit kasar seperti kulit jeruk.

Apa kekurangan bahan diamond crepe?
chevron-down

Warna bahan ini cenderung mudah pudar dan tidak bertahan lama.