Kelebihan dan Kekurangan Emas Muda, Apakah Cocok untuk Investasi?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain tabungan dan properti, emas menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berinvestasi. Di Indonesia sendiri dikenal ada emas muda dan emas tua.
Emas muda memiliki komposisi emas murni yang lebih rendah daripada emas tua. Karenanya, warna emas muda cenderung lebih muda dan tidak sepekat emas tua.
Mengutip buku Siapa Bilang Investasi Emas Butuh Modal Gede? tulisan Sholeh Dipraja, emas muda biasanya memiliki kadar di bawah 21 karat. Sedangkan, apabila kadar karatnya antara 21-24 karat, emas tersebut dikategorikan sebagai emas tua.
Kedua jenis emas tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ini dapat disesuaikan lagi dengan kebutuhan setiap orang. Lantas, apa kelebihan dan kekurangan emas muda? Berikut penjelasannya.
Baca juga: 4 Cara Mengukur Cincin dengan Mudah Supaya Pas di Jari
Kelebihan dan Kekurangan Emas Muda
Kelebihan Emas Muda
1. Lebih Murah
Seperti yang dijelaskan, emas muda memiliki kadar emas murni yang lebih sedikit dibanding emas tua. Karena itu, harganya cenderung lebih murah. Namun, kualitas emas itu sendiri juga menentukan. Semakin bagus kualitasnya, semakin mahal pula harganya.
2. Cocok untuk Perhiasan
Mengutip buku Prewedding Syndrome oleh Anisa Ami, pada dasarnya, standar emas yang digunakan untuk perhiasan adalah 18 karat, yaitu yang mengandung 75% emas murni dan 25% logam lain.
Sebaliknya, emas tua yang berkadar 24 karat atau lebih tidak sesuai untuk perhiasan. Itu karena emas ini terlalu lunak sehingga harus dicampur dengan logam lain agar keras dan tahan benturan. Campuran yang dipakai umumnya yaitu tembaga, perak/silver, serta nikel, palladium, alloy, atau rhodium.
3. Tahan Lama
Mengutip Aquae-Jewels, emas 18 karat merupakan kadar kemurnian ideal untuk perhiasan. Di kalangan ahli perhiasan, kandungan 75% emas murni pada emas muda dinilai sebagai kombinasi yang tepat untuk mempertahankan keindahannya sehingga lebih awet dan tidak mudah rusak.
Meski begitu, jika ingin digunakan sebagai perhiasan sehari-hari, emas muda tetap harus dirawat dan dengan benar. Bersihkanlah secara rutin serta simpan dengan baik dan benar agar kilaunya tidak cepat luntur dan rusak.
Baca juga: Penyebab Mengapa Cincin Emas Tergolong Campuran
Kekurangan Emas Muda
Di balik kelebihannya, emas muda juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya sebagai berikut:
1. Kurang Menguntungkan
Untuk berinvestasi, seseorang cenderung lebih memilih emas tua ketimbang emas muda. Alasannya tentu karena harga jualnya yang jauh lebih tinggi.
Oleh sebab itu, sebagian orang menganggap emas muda memang hanya cocok dijadikan perhiasan. Untuk investasi jangka panjang, sebaiknya pilihlah emas tua dengan kadar karat yang tinggi.
2. Mudah Menghitam
Emas muda merujuk pada warna emas yang kurang kuning dan pekat. Hal ini membuatnya tampak kurang menarik bagi beberapa kalangan. Di samping itu, perhiasan dengan kadar emas rendah juga rentan kusam atau menghitam karena mudah bereaksi dengan zat lain. Misalnya terpapar zat kimia seperti parfum, sabun, keringat, dan sebagainya.
(ADS)
Baca juga: Kadar Emas 6k Artinya Apa? Berikut Penjelasan Lengkapnya
Frequently Asked Question Section
Emas tua dan emas muda bedanya apa?

Emas tua dan emas muda bedanya apa?
Perbedaan emas tua dan emas muda terletak pada kadar karatnya.
Kenapa emas muda cepat hitam?

Kenapa emas muda cepat hitam?
Perhiasan dengan kadar emas rendah juga rentan kusam atau menghitam karena mudah bereaksi dengan zat lain.
Emas muda yang bagus kadar berapa?

Emas muda yang bagus kadar berapa?
Emas 18 karat merupakan kadar kemurnian ideal untuk perhiasan.
