Kelebihan dan Kekurangan Emas Muda, Apakah Cocok untuk Investasi?

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
30 November 2022 13:47
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kelebihan dan kekurangan emas muda. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kelebihan dan kekurangan emas muda. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Selain tabungan dan properti, emas menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berinvestasi. Di Indonesia sendiri dikenal ada emas muda dan emas tua.
ADVERTISEMENT
Emas muda memiliki komposisi emas murni yang lebih rendah daripada emas tua. Karenanya, warna emas muda cenderung lebih muda dan tidak sepekat emas tua.
Mengutip buku Siapa Bilang Investasi Emas Butuh Modal Gede? tulisan Sholeh Dipraja, emas muda biasanya memiliki kadar di bawah 21 karat. Sedangkan, apabila kadar karatnya antara 21-24 karat, emas tersebut dikategorikan sebagai emas tua.
Kedua jenis emas tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ini dapat disesuaikan lagi dengan kebutuhan setiap orang. Lantas, apa kelebihan dan kekurangan emas muda? Berikut penjelasannya.

Kelebihan dan Kekurangan Emas Muda

Ilustrasi perhiasan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perhiasan. Foto: Unsplash

Kelebihan Emas Muda

1. Lebih Murah

Seperti yang dijelaskan, emas muda memiliki kadar emas murni yang lebih sedikit dibanding emas tua. Karena itu, harganya cenderung lebih murah. Namun, kualitas emas itu sendiri juga menentukan. Semakin bagus kualitasnya, semakin mahal pula harganya.
ADVERTISEMENT

2. Cocok untuk Perhiasan

Mengutip buku Prewedding Syndrome oleh Anisa Ami, pada dasarnya, standar emas yang digunakan untuk perhiasan adalah 18 karat, yaitu yang mengandung 75% emas murni dan 25% logam lain.
Sebaliknya, emas tua yang berkadar 24 karat atau lebih tidak sesuai untuk perhiasan. Itu karena emas ini terlalu lunak sehingga harus dicampur dengan logam lain agar keras dan tahan benturan. Campuran yang dipakai umumnya yaitu tembaga, perak/silver, serta nikel, palladium, alloy, atau rhodium.

3. Tahan Lama

Mengutip Aquae-Jewels, emas 18 karat merupakan kadar kemurnian ideal untuk perhiasan. Di kalangan ahli perhiasan, kandungan 75% emas murni pada emas muda dinilai sebagai kombinasi yang tepat untuk mempertahankan keindahannya sehingga lebih awet dan tidak mudah rusak.
Meski begitu, jika ingin digunakan sebagai perhiasan sehari-hari, emas muda tetap harus dirawat dan dengan benar. Bersihkanlah secara rutin serta simpan dengan baik dan benar agar kilaunya tidak cepat luntur dan rusak.
ADVERTISEMENT

Kekurangan Emas Muda

Ilustrasi perhiasan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perhiasan. Foto: Unsplash
Di balik kelebihannya, emas muda juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya sebagai berikut:

1. Kurang Menguntungkan

Untuk berinvestasi, seseorang cenderung lebih memilih emas tua ketimbang emas muda. Alasannya tentu karena harga jualnya yang jauh lebih tinggi.
Oleh sebab itu, sebagian orang menganggap emas muda memang hanya cocok dijadikan perhiasan. Untuk investasi jangka panjang, sebaiknya pilihlah emas tua dengan kadar karat yang tinggi.

2. Mudah Menghitam

Emas muda merujuk pada warna emas yang kurang kuning dan pekat. Hal ini membuatnya tampak kurang menarik bagi beberapa kalangan. Di samping itu, perhiasan dengan kadar emas rendah juga rentan kusam atau menghitam karena mudah bereaksi dengan zat lain. Misalnya terpapar zat kimia seperti parfum, sabun, keringat, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
(ADS)
Emas tua dan emas muda bedanya apa?
chevron-down
Kenapa emas muda cepat hitam?
chevron-down
Emas muda yang bagus kadar berapa?
chevron-down
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020