Kenali Ciri-Ciri Terinfeksi Virus Corona

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hingga saat ini virus corona masih aktif mencari inang untuk berkembang biak. Akibatnya, persebaran virus corona menjadi semakin luas setiap harinya. Kondisi ini tentunya mengkhawatirkan banyak orang.
Meski pencegahan terus digaungkan dimana-dimana, tetapi belum menunjukkan hasil yang signifkan dalam mengakhiri pandemi ini. Selain cara pencegahan, masyarakat juga diminta untuk mengenali gejala.
Tujuannya agar masyarakat dapat mendeteksi sedini mungkin. Sehingga, ketika mendapati tanda-tanda infeksi bisa langsung mencari pertolongan medis.
Ciri awal
Pada awal virus corona menginfeksi, tubuh akan merasakan demam disertai lemas serta gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Tetapi tidak semua pasien mengalami gejala tersebut.
Pada sebagian orang, infeksi corona hanya menimbulkan gejala yang ringan, bahkan ada yang tidak muncul sama sekali. Pada orang yang lebih tua dan memiliki riwayat penyakit medis, infeksi ini berisiko berkembang menjadi penyakit yang serius.
Peneliti asal China, Wei-Jie Guan membeberkan hasil penelitiannya mengenai data dan karakteristik penderita Covid-19. Penelitian ini melibatkan 1099 pasien dari 552 rumah sakit di China. Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut:
Demam sebanyak 43,8% penderita
Batuk sebanyak 67,8% penderita
Diare hanya sebesar 3,8% penderita
Hadirnya gejala limfositopenia atau rendahnya sistem daya tahan di dalam sel darah putih terjadi pada 83% pasien saat masa awal terkena virus corona
Selain itu, hasil studi terbaru juga menunjukkan beberapa pasien covid-19 mengalami gejala gastrointestinal atau gangguan pencernaan, terutama diare. Tetapi, mereka juga mencatat bahwa permasalahan ini sangat umum terjadi dan tidak berarti menandakan telah terjangkit virus corona.
Di sisi lain, American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery juga menemukan gejala yang tidak umum terjadi pada penderita Covid-19. Gejala ini berupa anosmia atau berkurangnya fungsi indera penciuman dan dysgeusia atau berkurangnya indera perasa.
Kedua tanda ini bisa mengidentifikasi kemungkinan infeksi virus corona dalam tubuh. Anosmia terjadi pada pasien yang positif terjangkit corona tanpa menimbulkan gejala umum, seperti demam dan batuk kering.
Perkembangan gejala
Sebuah studi yang dilaporkan oleh Business Insider, memaparkan perkembangan munculnya gejala dari Covid-19 yang tampak dari hari ke hari. Riset ini melibatkan 140 pasien dengan kriteria 80 persen kasus ringan, 15 persen kasus parah dan 5 persen kasus kritis.
Hari ke 1 : Pasien mengalami demam. Beberapa orang disertai dengan kelelahan, nyeri otot dan batuk kecil. Sebagian kecil mengalami diare atau mual.
Hari ke 5: Pasien mengalami sesak napas. Terutama pada lansia atau orang yang memiliki pemasalahan kesehatan lain.
Hari ke 7 : Gejala awal seperti yang dibahas sebelumnya mulai timbul. Tetapi rata-rata pasien belum mendapat perawatan di rumah sakit.
Hari ke 8 : 15 persen pasien yang mengalami kasus parah mengalami sindrom pernapasan akut (ISPA). Kondisi ini lah yang sering berakibat fatal.
Hari ke 10 : Jika gejala semakin memburuk, pasien harus dilarikan ke ICU. Pasien akan mengalami gangguan pencernaan dan kehilangan nafsu makan.Fase ini menyumbang kematian sekitar 2 persen.
Hari ke 17: Pasien yang telah pulih dapat keluar dari rumah sakit.
Pada dasarnya, gejala covid-19 tampak serupa dengan pneumonia. namun, pada pasien covid-19 dapat menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.
(RAA)
