Konten dari Pengguna

Kenapa April 2026 Masih Hujan? Begini Penjelasan BMKG

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kenapa April 2026 masih hujan? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kenapa April 2026 masih hujan? Foto: Shutterstock

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa hingga akhir Maret 2026, sekitar 7% Zona Musim (ZoM) di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat tajam, karena sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April–Juni 2026.

Meski demikian, hingga awal April 2026, sejumlah wilayah masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Beberapa lokasi bahkan berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang.

Lantas, kenapa April 2026 masih hujan? Jika penasaran, simak penjelasan lengkapnya menurut BMKG berikut ini!

Kenapa April 2026 Masih Hujan?

instagram embed

Hujan masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada April 2026 karena peralihan dari musim hujan ke musim kemarau belum merata. Dikutip dari laman resmi bmkg.go.id, fenomena ini dipicu oleh adanya aktivitas gelombang atmosfer, termasuk gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin.

Peralihan dominasi monsun dari Asia ke Australia juga memicu terbentuknya pola sirkulasi dan konvergensi di beberapa wilayah. Selain itu, perlambatan angin dan pemanasan siang hari yang cukup intens membuat awan konvektif tetap terbentuk, sehingga hujan masih terjadi di sejumlah daerah.

Berikut beberapa wilayah yang masih diguyur hujan berdasarkan pantauan BMKG untuk periode 6–8 April 2026.

6 April 2026

  • Waspada (Hujan Sedang–Lebat): Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

  • Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat): Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua Pegunungan.

  • Awas (Hujan Sangat Lebat–Ekstrem): Nihil

  • Peringatan Angin Kencang: Nihil

7 April 2026

  • Waspada (Hujan Sedang–Lebat): Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.

  • Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat): Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

  • Awas (Hujan Sangat Lebat–Ekstrem): Nihil

  • Peringatan Angin Kencang: Papua

8 April 2026

  • Waspada (Hujan Sedang–Lebat): Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

  • Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat): Sumatera Utara, Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah.

  • Awas (Hujan Sangat Lebat–Ekstrem): Nihil

  • Peringatan Angin Kencang: Papua

Daftar Wilayah yang Sudah Memasuki Kemarau

Ilustrasi daftar wilayah yang sudah memasuki kemarau. Foto: Unsplash

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sekitar 7% wilayah Indonesia atau 49 ZoM sudah memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal dibanding rata-rata klimatologinya pada tahun 2026.

Adapun wilayah yang saat ini sedang memasuki musim kemarau meliputi:

  • Sebagian kecil Aceh

  • Sebagian kecil Sumatera Utara

  • Sebagian kecil Riau

  • Sebagian Sulawesi Tengah

  • Sebagian Sulawesi Selatan

  • Sebagian Sulawesi Tenggara

  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB)

  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT)

  • Sebagian Maluku

  • Sebagian kecil Papua Barat

Untuk puncak musim kemarau 2026 di Indonesia sendiri, diperkirakan terjadi pada Agustus dan mencakup sekitar 61,4% wilayah. Lebih dari separuh wilayah bahkan diprediksi mengalami durasi kemarau lebih panjang dari normal, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kekeringan serta risiko kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Kapan Musim Kemarau 2026? Ini Prediksi Jadwalnya Menurut BMKG

(RK)