Konten dari Pengguna

Kenapa Banyak Migran Maroko Nekat Masuk ke Spanyol?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para migran kembali ke Maroko setelah mereka menyeberangi perbatasan untuk memasuki wilayah Ceuta di Afrika Utara milik Spanyol, Jumat (31/7/2026). Foto: Jorge Guerrero/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para migran kembali ke Maroko setelah mereka menyeberangi perbatasan untuk memasuki wilayah Ceuta di Afrika Utara milik Spanyol, Jumat (31/7/2026). Foto: Jorge Guerrero/AFP

Dalam beberapa hari terakhir, puluhan ribu rakyat Maroko mencoba memasuki Ceuta, wilayah otonomi Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara. Mereka berupaya melintasi pagar perbatasan Tarajal yang memisahkan Maroko dengan wilayah Spanyol.

Sebagian besar migran nekat berenang melintasi perbatasan laut demi mencapai Ceuta. Berdasarkan laporan Al Jazeera, sedikitnya 67 orang dilaporkan meninggal dunia dalam upaya penyeberangan tersebut.

Gelombang penyeberangan massal tersebut dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap integritas wilayah Spanyol. Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Spanyol terus memperketat pengamanan di Ceuta guna mencegah arus kedatangan ilegal tersebut.

Lantas, kenapa banyak migran Maroko ke Spanyol? Berikut berbagai faktor yang diduga mendorong arus migrasi tersebut.

Mengapa Banyak Migran Maroko Masuk ke Spanyol?

Para migran kembali ke Maroko setelah mereka menyeberangi perbatasan untuk memasuki wilayah Ceuta di Afrika Utara milik Spanyol, Jumat (31/7/2026). Foto: Jorge Guerrero/AFP

Dikutip dari laman The Guardian, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Maroko mengenai penyebab ribuan migran menyeberang ke Ceuta dalam waktu singkat. Meski demikian, sejumlah faktor diduga menjadi pemicu gelombang penyeberangan tersebut, di antaranya:

Muncul Rumor Mengenai Kebijakan Migrasi Spanyol

Salah satu faktor yang diduga memicu gelombang migrasi ke Ceuta adalah beredarnya informasi mengenai kebijakan migrasi Spanyol di media sosial. Berikut detail kronologinya:

  • Pada awal Juli 2026, Mahkamah Agung Spanyol memutuskan bahwa migran yang dicegat di laut saat mencoba mencapai Ceuta atau Melilla tidak dapat langsung dipulangkan ke Maroko.

  • Putusan tersebut kemudian dianggap oleh sebagian orang sebagai peluang untuk memasuki wilayah Spanyol melalui Ceuta.

  • Menanggapi kabar yang beredar, pemerintah menegaskan bahwa putusan tersebut telah disalahartikan dan tidak berarti migran yang tiba melalui jalur laut otomatis diizinkan tinggal di Spanyol.

  • Pemerintah menjelaskan bahwa para migran tetap bisa dikembalikan ke negara asal melalui mekanisme hukum imigrasi yang berlaku.

  • Pemerintah Spanyol juga mempertimbangkan perubahan regulasi untuk memperkuat mekanisme pemulangan migran pada masa mendatang.

Persaingan Maroko dan Aljazair Ikut Memengaruhi

Rivalitas antara Maroko dan Aljazair juga diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi situasi di perbatasan. Dugaan tersebut menguat setelah Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, melakukan kunjungan resmi ke Aljazair pada 20 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dipandang sebagai upaya memperbaiki hubungan Spanyol dengan Aljazair. Namun, langkah itu diduga kurang disukai oleh Maroko karena Aljazair selama ini mendukung Front Polisario dalam sengketa Sahara Barat.

Diduga Menjadi Bentuk Tekanan Politik terhadap Eropa

Para migran berkumpul di sekitar kendaraan yang dibakar sambil menunggu kesempatan untuk menyeberang ke wilayah kantong Spanyol di Ceuta, di sisi perbatasan Maroko di Fnideq, Maroko, Jumat (31/7/2026). Foto: Ahmed El Jechtimi/Reuters

Peneliti migrasi dari Italian Institute for International Political Studies (ISPI), Matteo Villa, menilai bahwa lonjakan migrasi ke Ceuta kali ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor politik.

Menurut Villa, situasi tersebut memiliki kemiripan dengan gelombang migrasi pada Mei 2021. Saat itu, ribuan orang berhasil memasuki Ceuta setelah Maroko melonggarkan pengawasan perbatasan di tengah memanasnya hubungan diplomatik dengan Spanyol.

Villa menduga Maroko sengaja melonggarkan pengawasan perbatasan untuk menunjukkan bahwa negara tersebut masih memiliki pengaruh besar dalam pengendalian arus migrasi menuju Spanyol dan negara-negara Eropa.

Baca Juga: Update Migran Serbu Spanyol dari Maroko: Ribuan Dideportasi-Tutup Perbatasan

(ANB)