Konten dari Pengguna

Kenapa Cuaca Panas Sekali dan Kapan Berakhirnya?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Cuaca Panas Sekali Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Cuaca Panas Sekali Foto: Pexels

Banyak orang bertanya kenapa cuaca panas sekali belakangan ini? Cuaca di Indonesia akhir-akhir ini terasa sangat panas sehingga menyebabkan udara menjadi lebih gerah.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), panasnya cuaca di Indonesia saat ini bukan disebabkan oleh gelombang panas. Untuk mengetahui apa penyebabnya, simak penjelasan di bawah ini.

Kenapa Cuaca Panas Sekali?

Menyadur dari laman resmi BMKG, meningkatnya suhu di Indonesia diakibatkan oleh pemanasan permukaan. Kondisi ini merupakan dampak dari mulai berkurangnya pembentukan awan dan berkurangnya curah hujan.

Cuaca panas yang terjadi saat ini juga merupakan hal yang umum terjadi pada periode peralihan musim hujan ke musim kemarau. Fenomena alam seperti El Nino dan La Nina juga kemungkinan menjadi penyebab kenapa cuaca panas sekali akhir-akhir ini.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), El Nino dapat memicu peningkatan suhu permukaan laut yang berdampak pada pola cuaca global, termasuk peningkatan suhu yang ekstrem di banyak wilayah.

Kapan Cuaca Panas Berakhir?

Ilustrasi Kenapa Cuaca Panas Sekali Foto: Pexels

BMKG memprediksi cuaca panas berakhir pada Oktober 2024. Hal ini disebabkan karena potensi terjadinya fenomena La Nina.

Fenomena La Nina biasanya berkaitan dengan kondisi yang lebih lembap dan dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Fenomena ini akan menyebabkan curah hujan tinggi di beberapa daerah sekaligus mengakhiri cuaca panas.

Musim hujan di Indonesia diperkirakan bervariasi antar wilayah. Wilayah barat Sumatera, termasuk daerah seperti Aceh dan Padang, diprediksi akan memasuki musim hujan lebih awal, mulai dari Agustus 2024.

Secara bertahap, musim hujan akan menyebar ke wilayah timur, mencakup pulau-pulau seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Proses transisi ini diharapkan berlangsung hingga Desember 2024.

Pada umumnya, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk daerah perkotaan dan pedesaan akan mengalami musim hujan dalam periode yang lebih umum antara Oktober hingga November 2024.

Faktor Utama Penyebab Cuaca Terasa Panas

Ilustrasi Kenapa Cuaca Panas Sekali Foto: Pexels

Menurut The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), faktor utama penyebab cuaca saat ini bisa terasa panas adalah sebagai berikut:

  1. Perubahan iklim akibat aktivitas manusia, terutama emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global.

  2. Urbanisasi penduduk yang cepat menciptakan efek panas. Material seperti beton dan aspal menyerap dan menyimpan panas menyebabkan suhu di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan di sekitarnya.

  3. Fenomena alami seperti El Nino dan La Nina bisa mempengaruhi suhu global. El Nino sering kali dihubungkan dengan suhu yang lebih tinggi karena pemanasan permukaan laut, sedangkan La Nina menyebabkan efek sebaliknya.

  4. Deforestasi seperti penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang dapat menyerap karbon dioksida dan memberikan kesejukan.

  5. Peningkatan penggunaan energi, terutama dari sumber energi fosil berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Dengan meningkatnya konsumsi energi, terutama di negara-negara berkembang dampak terhadap suhu global semakin terasa.

Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem Bangkok Sentuh Level Berbahaya

(SFN)