Konten dari Pengguna

Kenapa Harga Emas Naik saat Perang? Ini Alasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kenapa harga emas naik saat perang. Foto: Jingming Pan/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kenapa harga emas naik saat perang. Foto: Jingming Pan/Unsplash

Sejak lama, emas dikenal sebagai pilihan aman untuk menjaga dan melindungi harta kekayaan. Pergerakan harganya relatif stabil, namun kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi geopolitik global.

Ketika konflik atau perang pecah, harga emas hampir selalu melonjak. Sebagaimana yang terjadi saat ini, berdasarkan laporan The Sunday Guardian, eskalasi perang antara Iran dan Israel membuat harga emas di pasar internasional hampir menembus sekitar 5.400 USD per ons.

Fenomena kenaikan harga emas juga terlihat pada konflik-konflik sebelumnya, seperti invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dan konflik Hamas dengan Israel pada 2023. Pertanyaannya, kenapa harga emas naik saat perang? Temukan jawabannya dalam artikel ini!

Kenapa Harga Emas Naik saat Perang?

Ilustrasi kenapa harga emas naik saat perang. Foto:Zlaťáky.cz/Unsplash

Harga emas cenderung melonjak saat terjadi krisis ekonomi maupun konflik bersenjata. Mengutip situs Bajaj Finance, ada beberapa alasan kenapa harga emas naik saat perang:

1. Aset Safe Haven

Emas menjadi pilihan utama saat terjadi gejolak ekonomi atau perang. Hal ini karena investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian karena dinilai dapat mejaga harta kekayaan tetap aman.

Adapun maksud dari aset safe haven sendiri adalah aset yang cenderung mempertahankan atau bahkan meningkat nilai rupiah meski pasar sedang bergejolak. Inilah yang mendorong harga emas naik saat konflik.

2. Melindungi Nilai terhadap Inflasi

Ketegangan geopolitik sering memicu inflasi dan melemahkan mata uang. Konflik yang berkepanjangan tentu bisa memengaruhi aktivitas pertambangan, pemurnian, dan distribusi emas secara global. Jika pasokan emas terbatas sementara permintaan investor tinggi, harga emas pun terdorong naik.

3. Depresiasi Mata Uang

Seperti dijelaskan sebelumnya, ketegangan geopolitik kerap melemahkan nilai mata uang akibat ketidakstabilan ekonomi. Karena emas diperdagangkan menggunakan mata uang utama, pelemahan mata uang membuat harga emas relatif lebih mahal.

4. Ketidakpastian Investor

Dalam situasi perang, pasar saham biasanya mengalami tekanan dan penurunan. Secara historis, harga emas bergerak berlawanan arah dengan pasar saham.

Ketika saham melemah, investor cenderung ragu terhadap kinerja saham dan obligasi, sehingga beralih ke emas sebagai aset pelindung nilai. Pergeseran ini mendorong permintaan emas meningkat, kemudian membuat harga relatif naik di pasar global.

Baca Juga: Prediksi Harga Emas 2026 Berapa? Ini Tren Jangka Panjangnya Menurut Analis

Harga Emas Hari Ini

Ilustrasi emas. Foto: Scottsdale Mint/Unsplash

Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Selasa (3/3). Sementara itu, di situs resmi Galeri24, harga emas Galeri24 justru mengalami kenaikan. Berikut uraian harga emas Antam dan Galeri24 hari ini:

1. Antam

  • 1 gram: Rp 3.122.000

  • 2 gram: Rp 6.184.000

  • 5 gram: Rp 15.385.000

  • 10 gram: Rp 30.715.000

  • 25 gram: Rp 76.662.000

  • 50 gram: Rp 153.245.000

2. Galeri24

  • 1 gram: Rp 3.173.000

  • 2 gram: Rp 6.270.000

  • 5 gram: Rp 15.270.000

  • 10 gram: Rp 31.037.000

  • 25 gram: Rp 77.176.000

  • 50 gram: Rp 154.230.000

(NSF)