Konten dari Pengguna

Kenapa Harga Emas Turun Terus? Ini Faktor yang Memengaruhinya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock

Emas dikenal sebagai salah satu pilihan aset untuk menjaga nilai kekayaan, terutama saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Namun, harga emas bukan sesuatu yang tetap dan bisa naik turun mengikuti perubahan permintaan, penawaran, serta sentimen yang terjadi di pasar global.

Belakangan ini, harga emas kembali jadi perbincangan karena mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat banyak orang penasaran, kenapa harga emas terus turun? Untuk mengetahui jawabannya, simak beberapa faktor yang mempengaruhi harga logam mulia berikut ini.

Kenapa Harga Emas Turun Terus?

Ilustrasi emas Antam. Foto: Fresh Stocks/Shutterstock

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas sempat merosot cukup tajam. Mengutip Bloomberg, harga emas bahkan pernah turun ke bawah US$ 4.000 per troy ounce untuk pertama kalinya sejak November.

Penurunan tersebut dipicu oleh menguatnya dolar Amerika Serikat serta meningkatnya keyakinan pasar bahwa suku bunga masih berpotensi naik tahun ini. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan harga emas terus melemah.

1. Penguatan Dolar Amerika Serikat

Salah satu faktor utama yang menyebabkan harga emas turun adalah menguatnya nilai dolar Amerika Serikat (AS). Saat indeks dolar naik, harga emas otomatis menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memakai mata uang selain dolar, sehingga minat belinya pun ikut menurun.

Selain itu, penguatan dolar juga membuat investor lebih memilih menyimpan aset dalam mata uang AS dibandingkan dengan berinvestasi pada emas. Kondisi ini memberikan tekanan lebih besar terhadap harga logam mulia di pasar global.

2. Kenaikan Suku Bunga Acuan

Kebijakan suku bunga juga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Mengutip Times of India, sikap agresif dan tegas yang ditunjukan Ketua Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral AS, Kevin Warsh telah mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Meski mempertahankan suku bunga pada level saat ini, The Fed memberi sinyal masih membuka peluang untuk memperketat kebijakan moneter jika diperlukan. Di sisi lain, pasar saat ini memperkirakan masih ada kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Kondisi tersebut berdampak pada pasar karena:

  • Investor mulai mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil yang lebih menguntungkan, seperti obligasi atau deposito.

  • Emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan bunga maupun dividen.

  • Permintaan emas menurun sehingga harganya cenderung melemah.

3. Meredanya Ketegangan Geopolitik

Emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai yang banyak diburu ketika terjadi konflik atau ketidakpastian global. Namun, ketika situasi geopolitik mulai membaik, minat investor terhadap emas biasanya ikut menurun.

Sebagai contoh, kemajuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran sempat mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik serta mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi. Dampaknya, permintaan terhadap emas menurun karena investor mulai beralih ke aset lain yang dinilai memiliki potensi imbal hasil lebih tinggi.

Baca Juga: Daftar Gaji Guru di 7 Negara Asia Tenggara, Singapura Paling Tinggi!