Kenapa Harga Hp 2026 Bakal Lebih Mahal? Ternyata Dipengaruhi AI

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selama ini, harga hp di pasar global selalu cenderung stabil meskipun mendapat tekanan inflasi dan pajak. Namun, di tahun 2026 mendatang, harga hp diprediksi akan mengalami kenaikan alias jadi lebih mahal.
Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh penggunaan artificial intelligence (AI) yang semakin masif di tengah masyarakat. Sadar atau tidak, belakangan ini sudah banyak fitur-fitur smartphone yang mengadopsi AI untuk memberikan pengalaman lebih menyenangkan bagi pengguna.
Lantas, kenapa harga hp 2026 bakal lebih mahal? Apa hubungan penggunaan AI dengan kenaikan harga? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Alasan Harga Hp 2026 Bakal Lebih Mahal
Untuk memahami hubungan antara AI dan harga ponsel, perlu dipahami konsekuensi dari penerapan kecerdasan buatan itu di hp terlebih dahulu. Dikutip dari laman Android Central, kalau hp ingin mengadopsi banyak fitur AI, maka butuh memori yang sangat besar.
Memori yang dimaksud dalam hal ini adalah RAM (Random Access Memory). RAM digunakan untuk menyimpan data dari proses aplikasi yang sedang berjalan, bukan untuk penyimpanan data foto atau video seperti hard drive.
Masalahnya, harga memori saat ini sedang meroket karena permintaannya semakin tinggi. Sesuai dengan hukum ekonomi, ketika permintaan lebih tinggi dibandingkan penawaran, maka harga barang akan melonjak.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, AI butuh banyak memori untuk menyimpan proses yang sedang berjalan, yang sedang dihitung, serta mengambil data dari penyimpanan yang dibutuhkan AI untuk akses lebih cepat.
Karena itu, perusahaan seperti Google, Meta, Amazon, Nvidia, dan OpenAI membeli banyak memori untuk pusat data AI-nya. Ketika perusahaan berskala besar seperti itu membeli puluhan juta chip memori sekaligus, tentu pemasok memori akan fokus menjual ke mereka.
Pemasok memori terkemuka untuk gadget seperti Samsung, SK Hynix dan Micron sedang mengerahkan sumber dayanya ke perusahaan server AI tersebut. Hal ini wajar dalam dunia bisnis, sebab keuntungan penjualan ke pusat data AI memang lebih tinggi dibandingkan gadget.
Kini, penawaran harga DRAM (jenis spesifik RAM) telah meroket hampir 70% hingga 80%. Dalam laporan Chosun Biz bahkan disebutkan terjadi peningkatan harga hingga 170% dalam beberapa kasus.
Sebenarnya, DRAM dan chip penyimpanan hanya menyumbang sekitar 10% hingga 15% dari total komponen sebuah ponsel. Meski kelihatannya sedikit, tapi kenaikan harganya tentu akan memengaruhi harga ponsel juga.
Apalagi, gadget saat ini butuh RAM besar untuk mengadopsi AI agar bisa bersaing di pasar global. Saat ini, ponsel mungkin sudah cukup mumpuni dengan RAM 8 atau 12GB, tapi seiring bertambahnya beban kerja AI, pasti akan butuh ruang lebih banyak lagi.
Dalam laman Android Police disebutkan bahwa mau tidak mau, konsumen akan membayar lebih banyak untuk ponsel di tahun depan. Kenaikan harga diperkirakan akan menyasar ponsel kelas menengah yang selama ini margin keuntungannya tipis. Kalau harganya tidak naik, berarti kemungkinan besar fiturnya yang akan dibuat jadi lebih sederhana.
Baca Juga: iQOO 15 Kapan Rilis di Indonesia? Ini Jadwal Peluncuran dan Spesifikasinya
(DEL)
