Kenapa Harga RAM Naik? Ini Penyebab Utamanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan ini, ramai perbincangan tentang harga ponsel yang diprediksi naik di tahun 2026. Penyebabnya adalah peningkatan harga RAM (Random Access Memory), salah satu komponen penting pada perangkat yang berfungsi sebagai penyimpan data proses aplikasi.
Investigasi terbaru TrendForce menyebutkan bahwa harga RAM diperkirakan melonjak tajam pada kuartal pertama tahun 2026. Di tahun ini saja, harga memori tersebut sudah mulai naik.
Merujuk informasi CBC News, pada bulan Oktober lalu, masih ditemukan kit memori DDR5 (salah satu jenis RAM) 32GB dengan harga di bawah $130 (setara Rp 2,1 juta). Tapi pada pertengahan November, harganya telah meningkat menjadi kisaran $300 (setara Rp 5 juta).
Sebenarnya, kenapa harga RAM naik? Simak penjelasannya berikut ini.
Kenapa Harga RAM Naik?
Dikutip dari CBC News, kenaikan harga RAM dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan AI di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI, Meta, dan Google berlomba-lomba mengembangkan pusat data AI dengan cepat.
Ternyata, pusat data tersebut butuh RAM dinamis berkinerja tinggi atau DRAM untuk memproses beban kerja AI yang tinggi. Jadi, perusahaan server AI memborong RAM dari produsen memori terkemuka, seperti Samsung, SK Hynix dan Micron.
Melihat kebutuhan memori yang besar dari perusahaan server AI, akhirnya pemasok lebih fokus memenuhi kebutuhan mereka. Sedangkan perusahaan gadget yang kebutuhan memorinya lebih sedikit tidak lagi diprioritaskan. Alhasil, pasokan RAM untuk HP pun jadi lebih terbatas.
Sebagai informasi, umumnya laptop hanya butuh memori 16 GB untuk beroperasi dengan cepat. Sedangkan AI membutuhkan memori hampir 200 GB untuk berproses.
Dikutip dari laman Tech Radar, produsen PC dan laptop Framework juga menjelaskan bahwa jumlah RAM yang digunakan oleh satu pusat data AI dapat mencukupi lebih dari satu juta kebutuhan memori laptop. Jadi, perbedaannya memang sejauh itu.
Kebutuhan perusahaan AI yang besar terhadap memori akhirnya membuat pemasok menaikkan harga. Sesuai dengan hukum kelangkaan ekonomi, ketika permintaan terhadap barang tinggi tapi jumlahnya terbatas, maka otomatis harga barang akan meningkat.
Dampak Melonjaknya Harga RAM
Harga RAM yang meningkat drastis sangat memengaruhi harga seluruh perangkat yang butuh memori, seperti ponsel, laptop, dan komputer.
Framework telah mengumumkan akan menaikkan harga upgrade memori DDR5 sebesar 50%. Itu karena mereka tidak mampu menanggung kenaikan harga RAM, sehingga terpaksa membebankannya kepada pelanggan.
TrendForce juga melaporkan bahwa Dell sudah berencana menaikkan harga PC-nya hingga dua digit. Di saat yang sama, Lenovo memperingatkan konsumennya bahwa harga produk mereka saat ini tidak akan bertahan lama.
Brand HP juga menyatakan bahwa jika kondisi pasar memori tidak kunjung membaik, maka pada paruh kedua tahun 2026, harga sistemnya akan menjadi lebih tinggi.
Sementara itu, International Data Corporation, sebuah perusahaan riset pemasaran yang berbasis di AS, memprediksi bahwa tahun 2026 akan terjadi penurunan penjualan smartphone karena kekurangan komponen memori.
Baca Juga: 5 Laptop RAM 16GB di Bawah 5 Juta dengan Performa yang Maksimal
(DEL)
