Kenapa Harus Belajar Bahasa Indonesia? Ini Alasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bahasa Indonesia tidak hanya diajarkan di sekolah saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, sejak kecil kita sudah mempelajarinya dari orang tua. Lantas, kenapa harus belajar bahasa Indonesia?
Seperti diketahui, selama ini bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran wajib di setiap jenjang pendidikan. Menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran di sekolah maupun kehidupan sehari-hari telah mendukung prinsip kesetaraan dan inklusi.
Sebab, bahasa Indonesia dapat diakses semua orang tanpa memandang budaya, suku, atau agama. Selain itu, ada beberapa alasan lain kenapa harus belajar bahasa Indonesia. Simak penjelasannya di bawah ini!
Kenapa Harus Belajar Bahasa Indonesia?
Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari belajar bahasa Indonesia. Disadur dari situs almasoem.sch.id, berikut sederet alasan kenapa harus belajar bahasa Indonesia:
1. Melestarikan Bahasa Nasional
Bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaan pada 1945. Hal tersebut bukan perkara yang mudah, sebab dibutuhkan perjuangan para pahlawan yang memerdekakan Indonesia sehingga bahasa Indonesia dapat dijadikan bahasa persatuan.
Generasi muda harus selalu belajar bahasa Indonesia agar bahasa tersebut tetap lestari. Apabila bahasa Indonesia tak dilestarikan, dikhawatirkan anak muda lama-lama tak mengenal bahasa nasionalnya lagi.
Akibatnya, bahasa asing yang banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari hingga anak muda mulai malu berbicara menggunakan bahasa nasionalnya.
2. Memudahkan dalam Berkomunikasi
Bahasa yang digunakan dalam pembelajaran di sekolah adalah bahasa Indonesia untuk memudahkan berkomunikasi dan menyampaikan materi.
Selain itu, bahasa Indonesia juga menjadi penghubung komunikasi warga Indonesia dengan berbagai latar budaya, agama, dan ras.
Seperti diketahui bahwa Indonesia memiliki banyak bahasa daerah. Maka, agar setiap orang di daerah-daerah yang berbeda dapat berkomunikasi dengan baik, maka bisa menggunakan bahasa Indonesia.
3. Menambah Wawasan dan Pengetahuan
Manfaat lainnya dalam belajar bahasa Indonesia adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Banyak yang dapat dipelajari dari belajar bahasa Indonesia, yakni huruf, kalimat, tanda baca, paragraf, kata bantu, kata sambung, dan lainnya.
Dalam bahasa Indonesia ada bahasa kiasan, anonim, sinonim, dan antomin. Istilah-istilah tersebut penting untuk seseorang yang suka membaca syair dan karya sastra lain.
4. Menumbuhkan Ide
Saat mempelajari bahasa Indonesia, seseorang dapat membaca berbagai karya sastra, seperti pantun, puisi, cerpen, dan lainnya.
Membaca berbagai karya sastra karangan orang lain dapat membantu seseorang menumbuhkan ide, misalnya membuat lirik lagu atau menulis cerita.
Baca Juga: Apa Arti Bunga Tanpa Akar? Ini Penjelasannya!
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang penting dalam kehidupan bangsa Indonesia, terutama untuk berkomunikasi antar masyarakat degan berbeda suku dan bahasa.
Disadur dari Pentingnya Bahasa Indonesia Dipelajari terbitan unikom.ac.id, bahasa Indonesia dipilih menjadi bahasa perantara antar masyarakat Indonesia melalui salah satu pernyataan Sumpah Pemuda, yakni "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."
Pernyataan tersebut mengandung pengertian bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. Selain itu, bahasa Indonesia juga disebutkan sebagai bahasa negara dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 36.
Dengan begitu, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai:
Lambang kebanggaan kebangsaan yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan mendasari rasa kebangsaan penuturnya.
Lambang identitas nasional yang perlu dijunjung identitasnya.
Alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya agar dapat berkomunikasi dengan baik dan leluasa.
Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dan latar belakang sosial budaya serta bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
Sementara itu, kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara memiliki fungsi sebagai berikut:
Bahasa resmi kenegaraan yang digunakan dalam berbagai kegiatan kenegaraan, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Bahasa pengantar di dunia pendidikan yang digunakan di lembaga-lembaga pendidikan.
Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Sejarah Bahasa Indonesia
Mengutip laman Kemendikbud, bahasa Indonesia lahir pada 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai daerah berkumpul dalam Kongres Pemuda dan berikrar yang dikenal dengan peristiwa Sumpah Pemuda.
Unsur ketiga dari Sumpah Pemuda adalah pernyataan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia. Sejak saat itu, bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa nasional.
Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II pada 1954 yang berlokasi di Medan, salah satunya menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sudah digunakan sebagai bahasa penghubung di beberapa kepulauan Nusantara serta hampir seluruh wilayah di Asia Tenggara.
Bahasa Melayu mulai digunakan di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti tersebut ditemukan dari prasasti di Kedukan Bukit, Talang Tuwo, Kota Kapur, dan Karang Brahi.
Prasasti tersebut bertulis huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuno. Bahasa Melayu Kuno diketahui tak hanya digunakan pada zaman Sriwijaya sebab di Jawa Tengah juga ditemukan prasasti yang menggunakan Melayu Kuno.
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa kebudayaan. Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa penghubung antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan.
Perkembangan bahasa Melayu semakin jelas dari peninggalan kerajaan Islam yang berupa batu bertulis seperti pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, serta beberapa susastra Islam. Kemudian, bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam.
Perkembangan bahasa Melayu di Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Para pemuda Indonesia pun secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia yang kemudian menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia.
Kebangkitan nasional ikut serta mendorong perkembangan bahasa Indonesia. Berbagai kegiatan politik, perdagangan, dan majalah-majalah nasional pun berperan dalam memodernkan bahasa Indonesia.
(NSF)
