Kenapa Mobil Bisa Mogok di Rel Kereta Api? Ini Penyebabnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kecelakaan kereta terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di Kawasan Stasiun Bekasi Timur. Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line ini diduga berawal dari taksi listrik yang mogok di tengah perlintasan.
Dalam peristiwa ini, salah satu yang menjadi sorotan adalah penyebab mobil bisa tiba-tiba mogok di rel kereta api. Padahal, dalam banyak kasus, kendaraan berada dalam kondisi normal tanpa tanda-tanda kerusakan.
Fenomena ini tentu memicu kekhawatiran masyarakat, terutama bagi pengendara yang kerap melewati perlintasan kereta api. Lantas, apa sebenarnya yang membuat mobil bisa berhenti mendadak di atas rel? Mari simak penjelasan berikut ini.
Kenapa Mobil Bisa Mogok di Rel Kereta Api?
Berdasarkan informasi dari laman Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan mobil mogok di area rel kereta api, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
1. Kelistrikan Mobil Terganggu
Mesin mobil bekerja dengan sistem elektronik yang sensitif terhadap gangguan elektromagnetik. Saat berada di dekat rel kereta, medan elektromagnetik dari sistem kelistrikan rel diduga dapat mengganggu kinerja Electronic Control Unit (ECU) yang menjadi pusat kendali mesin.
Gangguan ini dapat membuat ECU mati mendadak, sehingga mesin mobil ikut berhenti secara tiba-tiba di tengah rel saat kereta akan melintas.
2. Gigi Transmisi Tidak Sesuai
Penyebab lainnya adalah kesalahan pengoperasian gigi transmisi saat melintasi rel. Jika pengemudi tidak menurunkan gigi ke posisi yang sesuai, mesin dapat kehilangan tenaga dan berpotensi mati mendadak.
3. Faktor Psikologis Pengemudi
Selain faktor teknis, kondisi psikologis pengemudi juga turut berperan dalam insiden mobil mogok di rel kereta api. Berikut beberapa hal yang umumnya terjadi:
Situasi darurat di perlintasan rel sering memicu kepanikan pada pengemudi
Kepanikan tersebut membuat pengemudi sulit berpikir jernih dan mengambil keputusan dengan tepat
Akibatnya, dapat terjadi kesalahan kecil seperti salah menginjak pedal atau keterlambatan dalam merespons keadaan
Sementara itu, menurut Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia), sebagaimana dikutip dari laman Daihatsu, di rel kereta terdapat emisi elektromagnetik yang berasal dari kabel penghantar arus listrik. Kabel tersebut disebut tidak kompatibel dengan sistem kelistrikan pada mesin mobil.
Berikut penjelasan terkait hal tersebut:
Rel kereta api memiliki kabel penghantar arus listrik yang menghasilkan emisi elektromagnetik
Emisi tersebut dapat membentuk medan magnet dengan intensitas tinggi, terutama saat kereta akan melintas dalam jarak tertentu (sekitar 600 meter)
Medan magnet ini berpotensi berinteraksi dengan sistem elektromagnetik pada mobil yang tidak kompatibel
Interaksi tersebut dapat menghasilkan emisi di atas ambang batas yang mengganggu sistem kelistrikan kendaraan
Gangguan ini dapat menyebabkan Electronic Control Unit (ECU) sebagai pusat kendali mesin berhenti bekerja
Akibatnya, mesin mobil bisa mati mendadak dan kendaraan berhenti di tengah rel kereta api
Baca Juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
(ANB)
