Konten dari Pengguna

Kenapa Musim Kemarau Dingin? Simak Penjelasannya!

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi suhu dingin. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suhu dingin. Foto: Pexels.

Kenapa musim kemarau dingin kembali ramai dipertanyakan, khususnya beberapa hari terakhir. Beberapa warganet bertanya-tanya mengapa suhu udara di pagi dan malam hari terasa sangat dingin walaupun saat ini sedang musim kemarau.

Suhu dingin di musim kemarau dikenal dengan istilah bediding. Fenomena bediding muncul pada saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Lantas, apa yang menyebabkan suhu lebih dingin saat musim kemarau? Simak penjelasannya dalam uraian berikut.

Alasan Kenapa Musim Kemarau Dingin?

Ilustrasi suhu dingin. Foto: Pexels.

Bediding umumnya terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Fenomena ini lebih terasa di pulau-pulau yang berada di selatan garis Khatulistiwa, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Dikutip dari laman Badan Klimatologi dan Geofisika Sumatera Selatan, fenomena bediding disebabkan karena pergerakan angin monsun Australia. Angin tersebut membawa udara sejuk dari Australia yang saat ini sedang mengalami musim dingin ke khatulistiwa.

Pergerakan angin monsoon Australia ini membuat suhu udara di selatan Khatulistiwa menjadi lebih rendah. Bahkan, memicu fenomena embun es di daerah-daerah dataran tinggi, seperti Dieng.

Suhu udara yang lebih rendah juga disebabkan karena awan hujan di langit berkurang sehingga panas permukaan bumi akibat radiasi matahari bisa lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer. Semakin banyak panas yang dilepaskan, maka suhu udara di bumi akan menjadi sejuk, terutama di pagi dan malam hari.

Dalam ilmu klimatologi, bediding merupakan fenomena alam yang normal dan terjadi setiap tahun. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek dari fenomena tersebut.

Tips Menghadapi Bediding

Ilustrasi suhu dingin. Foto: Pexels.

Pada musim kemarau, suhu dingin hanya terjadi pada pagi dan malam hari. Sementara di siang hari, suhunya akan sangat tinggi. Perubahan suhu ini dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, seperti flu hingga diare.

Berikut beberapa tips untuk meminimalisir dampak bediding dari segi kesehatan.

1. Minum Air yang Cukup

Dikutip dari situs Kemenkes RS Sardjito, minum air yang cukup setiap hari akan membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membuat kinerja limfatik dalam mendetoks racun lebih maksimal. Hidrasi yang cukup juga akan membuat tubuh terhindar dari dehidrasi dan serangan heat stroke.

2. Penuhi Kebutuhan Gizi Harian

Imun tubuh akan bekerja dengan baik jika asupan gizi harian terpenuhi. Pastikan untuk mengonsumsi serat, protein, mineral, dan karbohidrat secara seimbang agar tubuh tetap bugar.

3. Olahraga Teratur

Selain mengonsumsi makanan bergizi, masyarakat juga perlu berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sistem imun. Saat berolahraga, tubuh akan melepas hormon bahagia, seperti endorfin, dopamin, dan oksitosin. Hormon-hormon tersebut sangat penting dalam memberikan energi positif dan meningkatkan perasaan gembira.

(GLW)