Kenapa Orang Tua yang Harus Dihormati Terlebih Dahulu Adalah Ibu? Ini Alasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah memerintahkan umat-Nya untuk berbakti kepada kedua orang tua, baik bapak maupun ibu. Namun dari keduanya, orang tua yang harus dihormati terlebih dahulu adalah ibu.
Sebagaimana disampaikan Ust. A. Septiyani dalam buku Kumpulan Kultum Muslimah Terbaru, ibu adalah orang yang sangat dimuliakan dalam agama Islam. Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah, ibu tiga kali lebih mulia daripada ayah.
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata,“Sesungguhnya seseorang pernah datang kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dan berkata,‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?'
Nabi Shalallaahu 'Alaihi Wasallam menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi Shalallaahu 'Alaihi Wasallam menjawab, 'Ibumu!'
Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu.’" (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, apa alasannya? Berikut penjelasan lengkap yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Alasan Orang Tua yang Harus Dihormati Terlebih Dahulu Adalah Ibu
Ada beberapa kumpulan ayat tentang berbakti kepada orang tua dalam Al-Quran. Salah satunya surat Al-Isra ayat 23 yang berbunyi:
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”,
Dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
Perintah itu kembali diulangi Allah pada Al-Quran surat An-Nisa ayat 36 yang berbunyi:
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
Artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.
Namun dalam Islam, ibu lebih mulia daripada ayah. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Luqman ayat 14 yang berbunyi:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ (١٤)
Artinya: Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.
(Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.
Menurut tafsir Kemenag RI, pada ayat tersebut ada dua alasan kenapa seseorang harus berbuat baik kepada ibu. Pertama, ibu adalah orang yang mengandung seorang anak sampai ia dilahirkan.
Selama masa mengandung itu ibu telah menahan penderitaan yang cukup berat dengan bersabar. Kekuatan seorang ibu semakin melemah saat kandungan kian berat dan baru kembali pulih setelah habis masa nifas.
Kedua, ibu adalah orang yang menyusui sampai anak berusia dua tahun. Sebagaimana bunyi penggalan surat Al-Baqarah ayat 233 berikut:
وَالْوَالِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ
Artinya: Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.
Sementara dalam surat Al-Ahqaf ayat 15, Allah kembali menyampaikan betapa besarnya pengorbanan seorang ibu. Berikut bunyi penggalan ayatnya:
حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا
Artinya: Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan.
Dengan alasan-alasan tersebut, jelas bahwa ibu telah mengorbankan banyak hal dalam mengandung, memelihara, dan mendidik anak. Tak heran mereka memiliki posisi yang sangat mulia dalam Islam.
(NSA).
Frequently Asked Question Section
Berapa lama seorang ibu mengandung sampai menyapih anaknya?

Berapa lama seorang ibu mengandung sampai menyapih anaknya?
30 bulan.
Berapa lama waktu untuk seorang ibu menyusui anaknya?

Berapa lama waktu untuk seorang ibu menyusui anaknya?
Dua tahun.
Berapa kali lebih mulia seorang ibu daripada ayah dalam Islam?

Berapa kali lebih mulia seorang ibu daripada ayah dalam Islam?
Tiga kali lebih mulia.
