Konten dari Pengguna

Kenapa Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026? Ini Penyebabnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lifter putra Rizki Juniansyah berpose usai mengikuti acara penyerahan bonus kepada kontingen Indonesia yang berlaga di Olimpiade Paris 2024 di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2024). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Lifter putra Rizki Juniansyah berpose usai mengikuti acara penyerahan bonus kepada kontingen Indonesia yang berlaga di Olimpiade Paris 2024 di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2024). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Rizki Juniansyah dipastikan absen pada nomor angkat besi kelas 85 kilogram putra di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam daftar atlet yang akan bertanding pada hari ini, Senin (28/9), tidak tercantum nama lifter peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut.

Keputusan tersebut membuat Rizki tidak dapat memperkuat Indonesia pada Asian Games 2026 di Jepang. Padahal, Asian Games 2026 semestinya menjadi ajang debut Rizki di pesta olahraga terbesar di Asia.

Lantas, kenapa Rizki Juniansyah tidak tampil dalam cabor weightlifting (angkat besi) nomor 85 kg putra Asian Games 2026? Mari simak kronologinya berikut ini.

Kenapa Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026?

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, raih medali emas di kelas 79 kg putra angkat besi SEA Games di Chonburi, Thailand, pada 15 Desember 2025. Foto: NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro

Rizki Juniansyah dipastikan tidak dapat membela Tim Indonesia pada Asian Games 2026 setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan pencabutan provisional suspension yang dijatuhkan International Weightlifting Federation (IWF).

Berikut kronologi dan alasan Rizki tetap harus menjalani sanksi tersebut:

Rizki Juniansyah Dijatuhi Penangguhan Sementara oleh IWF

Berdasarkan keterangan resmi Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah pada Minggu (27/9), penangguhan sementara terhadap Rizki berkaitan dengan dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan (whereabouts).

Kewajiban keberadaan merupakan bagian dari aturan antidoping yang mengharuskan atlet memberikan informasi mengenai lokasi dan jadwal keberadaannya agar dapat menjalani pemeriksaan doping di luar kompetisi.

Kesimpulannya, persoalan yang menjerat Rizki berkaitan dengan dugaan ketidakhadirannya saat akan menjalani tes doping yang dilakukan oleh IWF.

CAS Menolak Permohonan Pencabutan Penangguhan

PABSI dan KOI sebelumnya telah mengajukan permohonan agar penangguhan sementara terhadap Rizki dicabut. Namun, CAS menolak permohonan tersebut, sehingga status provisional suspension tetap berlaku dan Rizki tidak dapat tampil dalam Asian Games 2026.

Keputusan itu membuat Rizki harus melewatkan kesempatan untuk tampil di Aichi-Nagoya. Sementara itu, proses pemeriksaan terhadap pokok perkara masih berlangsung di CAS.

Bukan karena Positif Menggunakan Doping

PABSI dan KOI menegaskan bahwa penangguhan sementara yang diterima Rizki bukan karena dirinya dinyatakan positif menggunakan zat atau obat-obatan terlarang.

Dalam rilis tersebut, PABSI dan KOI menegaskan beberapa hal terkait kasus Rizki, yaitu:

  • Rizki ditangguhkan bukan karena dinyatakan positif menggunakan doping.

  • Hasil tes doping Rizki pada Agustus 2026 dinyatakan negatif.

  • Proses pemeriksaan pokok perkara masih berlangsung di CAS.

Tanggapan Menpora Erick Thohir soal Kasus Rizki

Erick Tohir saat menghadiri acara di Medan Foto: Dok. Istimewa

Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir turut menanggapi absennya Rizki dari Asian Games 2026. Ia juga menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi Rizki berkaitan dengan pelaporan keberadaan atau whereabouts, bukan penggunaan substansi terlarang.

“Perlu digarisbawahi bahwa sangkaan terhadap Rizki bukan soal penggunaan substansi terlarang, tapi soal pelaporan kehadiran atau whereabouts,” kata Erick, dikutip dari laman Kemenpora.

Kemenpora Koordinasi dengan PABSI dan KOI

Erick mengatakan Kemenpora akan terus berkoordinasi dengan KOI dan PABSI untuk mengawal perkembangan kasus tersebut. “Kemenpora terus berkoordinasi dengan KOI dan PABSI untuk mengawal bersama proses kasus ini,” tuturnya.

Erick juga berharap proses di CAS dapat segera berjalan hingga tuntas sehingga Rizki dapat kembali berkonsentrasi pada karier dan perjalanan prestasinya sebagai atlet nasional.

Baca Juga: Jadwal Angkat Besi Asian Games 2026 Lengkap Semua Pertandingan

(ANB)