Konten dari Pengguna

Kenapa Siang Panas Sore Hujan Menurut BMKG? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kenapa siang panas sore hujan menurut BMKG. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kenapa siang panas sore hujan menurut BMKG. Foto: Unsplash.

Belakangan ini banyak wilayah di Indonesia mengalami pola cuaca yang tak menentu, yakni pagi hingga siang hari terasa terik dan panas, tetapi sore hingga malam hari tiba-tiba turun hujan deras. Penjelasan tentang kenapa siang panas sore hujan menurut BMKG berkaitan erat dengan dinamika atmosfer yang sedang terjadi saat Indonesia memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Pola cuaca seperti ini tidak hanya terjadi di satu daerah, melainkan merata di berbagai wilayah di Indonesia sejak akhir April hingga awal Mei 2026. Bagi yang ingin memahami penyebabnya, simak penjelasan berikut ini!

Kenapa Siang Panas Sore Hujan Menurut BMKG?

Ilustrasi kenapa siang panas sore hujan menurut BMKG. Foto: Unsplash.

Mengutip laman resmi BMKG, pola cuaca panas di siang hari yang diikuti hujan pada sore hingga malam hari merupakan ciri khas dari periode peralihan musim. Pada pagi hingga siang hari, radiasi matahari intens menyebabkan permukaan bumi memanas dengan cepat, lalu memicu proses konveksi atau naiknya udara panas ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Proses konveksi inilah yang mendorong terbentuknya awan-awan hujan pada sore hingga malam hari. Hujan yang dihasilkan umumnya bersifat lokal, tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat, dan berpotensi disertai kilat serta angin kencang.

Menurut BMKG, ada beberapa faktor yang memperkuat pola cuaca ini, yakni:

  • Posisi semu matahari yang berada di sekitar khatulistiwa menyebabkan intensitas radiasi matahari sangat tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia.

  • Berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari akibat menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering sehingga sinar matahari langsung menyinari permukaan bumi tanpa hambatan.

  • Kelembaban udara yang masih cukup tinggi di lapisan bawah atmosfer mendukung pembentukan awan konvektif ketika udara panas naik ke atas.

  • Dominasi angin timuran dari Australia yang bersifat relatif kering mengurangi pembentukan awan pada pagi hari, tetapi tidak serta-merta menghilangkan potensi hujan pada sore hari karena adanya kelembaban lokal masih cukup tersedia.

Prakiraan Cuaca Indonesia Periode 5-11 Mei 2026

Ilustrasi kenapa siang panas sore hujan menurut BMKG. Foto: Unsplash.

Dikutip dari BMKG, meski Indonesia mulai memasuki transisi menuju musim kemarau, potensi hujan masih tetap ada dalam sepekan ke depan akibat sejumlah fenomena atmosfer yang masih aktif. Berikut rincian potensi hujan dan status siaga per periode:

Periode 5-7 Mei 2026

  • Hujan intensitas sedang hingga lebat: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, seluruh Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Papua bagian barat dan selatan.

  • Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Periode 8-11 Mei 2026

  • Hujan intensitas sedang hingga lebat: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, seluruh Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, serta Papua dan sekitarnya.

  • Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat: Aceh, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.

(FHK)

Baca juga: Kapan Pembukaan CPNS 2026? Ini Informasi Terbarunya