Kepadatan Penduduk: Faktor Penyebab, Jenis, dan Penanggulangannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
8 Desember 2020 18:20
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kepadatan penduduk. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepadatan penduduk. Foto: Unsplash.
ADVERTISEMENT
Kepadatan penduduk merupakan perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah berdasarkan satuan tertentu. Kepadatan penduduk merupakan indikator awal untuk mendeteksi tingkat perkembangan wilayah. Kawasan dengan kepadatan tinggi umumnya adalah pusat pemukiman dan perekonomian.
ADVERTISEMENT
Namun, kepadatan penduduk yang berlebihan tentu saja akan mengganggu kenyamanan bersama di lingkungan tersebut. Dampak yang ditimbulkan dari kepadatan penduduk pun bermacam-macam. Mulai dari tingginya tingkat kompetisi dunia kerja, turunnya kualitas lingkungan, sampai terganggunya stabilitas keamanan.
Inilah penjelasan lengkap mengenai kepadatan penduduk yang terjadi di lingkungan sekitar kita.

Faktor Penyebab Kepadatan Penduduk

Suatu wilayah tumbuh lebih padat dibanding daerah lain karena didorong beberapa faktor. Berikut tiga faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk.
1. Fisiografis
Keadaan wilayah secara fisik menjadi salah satu penentu manusia untuk menetap. Indikator fisiografis di antaranya letak ketinggian, kesuburan tanah, iklim, ketersediaan air, dan kondisi sumber daya. Pemusatan penduduk tentu lebih banyak di dataran rendah dibandingkan dataran tinggi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, manusia juga sangat sulit bertahan di daerah yang jauh dari sumber air. Perkembangan pemukiman juga sangat cepat di daerah dengan elevasi datar, karena mobilitas penduduk relatif lebih cepat dibandingkan dengan daerah berbukit.
2. Ekonomi
Wilayah dengan pertumbuhan ekonomi pesat seperti daerah industri akan menarik pendatang lebih banyak. Faktor-faktor seperti ketersediaan pekerjaan dan upah yang relatif tinggi juga berkontribusi dalam hal ini. Dampaknya, pemukiman menjadi semakin padat karena adanya arus urbansiasi.
3. Sosial Budaya
Keadaan lingkungan sosial yang kondusif dan cenderung aman menjadi salah satu daya tarik bagi seseorang untuk menetap di suatu wilayah. Selain itu, budaya perkotaan yang jauh lebih modern dari pedesaan membuat masyarakat memilih untuk tinggal dan menetap di perkotaan.
Ilustrasi kepadatan penduduk. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepadatan penduduk. Foto: Unsplash.

Jenis-Jenis Kepadatan Penduduk

1. Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan Pertanian
ADVERTISEMENT
Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian dibedakan menjadi dua, yaitu kepadatan penduduk agraris dan fisiologis. Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian.
Istilah lain untuk kepadatan penduduk agraris adalah kepadatan penduduk netto. Sementara kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan jumlah penduduk total, baik yang berprofesi sebagai petani maupun yang bukan petani, dengan luas lahan pertanian.
2. Kepadatan Penduduk Umum (Aritmatik)
Kepadatan penduduk aritmatik adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati wilayah per kilometer persegi. Kepadatan penduduk aritmatik merupakan perbandingan antara jumlah penduduk total (tanpa memandang mata pencaharian) dengan luas wilayah, baik wilayah lahan pertanian maupun tidak.
3. Kepadatan Penduduk Ekonomi
Kepadatan penduduk ekonomi adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah tetapi menurut kapasitas produksinya. Kepadatan penduduk ekonomi juga memperhitungkan sektor industri serta perdagangan yang berlangsung dalam daerah tersebut.
ADVERTISEMENT

Cara Penanggulangan Kepadatan Penduduk

Melalui langkah-langkah penanggulangan berikut, diharapkan masalah kepadatan penduduk bisa teratasi.
  • Melaksanakan program transmigrasi penduduk.
  • Membuat peraturan pemerintah yang mengatur tentang imigrasi dan emigrasi.
  • Melengkapi sarana dan prasarana sampai ke pelosok desa.
  • Melaksanakan program pemerataan pembangunan selain di Pulau Jawa.
  • Penyebaran pendirian pusat industri dan perdagangan ke berbagai daerah.
(VIO)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020