Kerangka Berpikir: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
3 Juni 2021 18:23
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi membuat kerangka berpikir. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat kerangka berpikir. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Kerangka berpikir banyak digunakan untuk memudahkan penulis dalam mengerjakan karya tulis. Bukan hanya untuk buku, novel, atau artikel, kerangka berpikir juga dapat digunakan dalam pembuatan karya tulis ilmiah, seperti laporan penelitian, skripsi, thesis, dan semacamnya.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Metode Penelitian Kuantitatif oleh Dominikus Dolet Unaradjan (2019), kerangka berpikir adalah dasar pemikiran yang memuat perpaduan antara teori dengan fakta, observasi, dan kajian kepustakaan, yang akan dijadikan dasar dalam penelitian.
Di dalam kerangka berpikir, variabel-variabel penelitian dijelaskan dengan lebih mendalam dan relevan dengan permasalahan yang diteliti. Dengan demikian, kerangka pemikiran tersebut dapat dijadikan dasar untuk menjawab masalah.
Kerangka berpikir dapat disajikan dengan bagan yang menunjukkan alur pikir peneliti dan keterkaitan antarvariabel yang diteliti. Bagan itu juga disebut dengan paradigma atau model penelitian.

Cara Membuat Kerangka Berpikir

Ilustrasi membuat kerangka berpikir skripsi. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat kerangka berpikir skripsi. Foto: iStock
Kerangka berpikir yang baik adalah jika peneliti dapat mengidentifikasi variabel-variabel penting yang sesuai dengan masalah penelitian dan secara logis mampu menjelaskan keterkaitan antarvariabel. Kerangka berpikir yang baik dapat disusun dengan cara berikut:
ADVERTISEMENT
  1. Mengidentifikasikan variabel penelitian dengan jelas.
  2. Menguraikan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
  3. Menentukan hubungan variabel. Jika karakteristik atau sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdadsarkan penemuan penelitian sebelumnya, hal itu dapat menjadi dasar dalam uraian berpikir, apakah hubungan itu positif atau negatif.
  4. Memberikan argumen teoritis mengenai hubungan antarvariabel. Pada tahap ini, peneliti seharusnya dapat menjelaskan secara jelas mengenai hubungan antarvariabel, dan dapat digambarkan melalui hasil-hasil penelitian sebelumnya.
  5. Menggambarkan kerangka berpikir dalam bentuk diagram skematis. Hal ini dilakukan agar pembaca dapat melihat dengan jelas hubungan antarvariabel.

Contoh Kerangka Berpikir

Agar lebih memahaminya, berikut contoh kerangka berpikir dari jurnal Kreativitas Guru IPS dalam Menggunakan Media Pembelajaran di SMP Negeri Sekecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman oleh Iwan Kuncara (2014).
Contoh kerangka berpikir. Foto: jurnal Kreativitas Guru IPS dalam Menggunakan Media Pembelajaran di SMP Negeri Sekecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman.
zoom-in-whitePerbesar
Contoh kerangka berpikir. Foto: jurnal Kreativitas Guru IPS dalam Menggunakan Media Pembelajaran di SMP Negeri Sekecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman.
(ADS)
ADVERTISEMENT
Apa itu kerangka berpikir?
chevron-down
Bagaimana cara membuat kerangka berpikir?
chevron-down
Kerangka berpikir digunakan untuk apa?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·