Konten dari Pengguna

Ketahui Perbedaan Pilek dan Flu yang Masih Kerap Disalahartikan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pilek. Foto: ShutterStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pilek. Foto: ShutterStock

Pilek dan flu seringkali disalahartikan oleh banyak orang. Gejalanya yang serupa, membuat keduanya dianggap sebagai penyakit yang sama.

Faktanya, pilek dan flu mempunyai perbedaan yang sangat signifikan. Bahkan salah satunya dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih berbahaya.

Lalu, apa perbedaan antara flu dan pilek? Gejala apa yang membedakan keduanya? Simak penjabarannya berikut ini.

Penyebab

Pilek disebabkan oleh 100 jenis virus, namun yang paling sering menyerang adalah rhinovirus. Sedangkan penyebab flu adalah 3 tipe virus influenza, yaitu influenza A, B dan C. Influenza tipe A dan B, paling sering menyebabkan terjadinya flu.

Lokasi yang terinfeksi

Virus pilek hanya menginfeksi saluran pernapasan atas. Sedangkan pada flu, virusnya menyerang seluruh bagian pernapasan. Mulai dari hidung, tenggorokan sampai paru-paru

Gejala yang dirasakan

Gejala pilek baru terasa ketika virus telah masuk ke dalam tubuh sekitar 2-3 hari. Pada umumnya, pilek menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Tenggorokan terasa sakit, namun akan hilang dalam waktu 1-2 hari

  • Hidung mampet atau berair

  • Batuk berdahak

  • Demam

  • Lemas

  • Daya indera penciuman dan pengecap berkurang

  • Bersin-bersin

  • Terkadang muncul rasa sakit kepala

Sedangkan flu akan menimbulkan gejala yang lebih parah daripada pilek, gejalanya meliputi:

  • Demam tinggi selama 3-5 hari, meskipun tidak terjadi pada semua kasus

  • Batuk-batuk

  • Kepala terasa sakit

  • Badan terasa pegal-pegal

  • Selera makan berkurang

  • Sakit tenggorokan

Biasanya gejala ini akan semakin parah dalam dua sampai lima hari.

Risiko komplikasi

Pada umumnya, pilek tidak menyebabkan komplikasi. Namun pada penderita asma, pilek dapat berpotensi sebagai pemicu munculnya serangan asma.

Beda halnya dengan pilek, flu justru dapat menimbulkan masalah kesehatan lain yang mungkin membahayakan. Dalam jangka panjang, flu yang tidak ditangani secara tepat akan berisiko menyebabkan pneumonia, radang otot, gangguan sistem saraf pusat, serta masalah pada jantung.

Meskipun memiliki banyak perbedaan, akan tetapi cara penanganan keduanya tidak jauh berbeda. Cara terbaik untuk mengobati pilek dan flu adalah dengan memperbanyak konsumsi air mineral dan istirahat yang cukup. Konsumsi bahan-bahan alami yang mengandung Vitamin C dan D, serta zink juga dapat dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Virus pilek dan flu dapat menyebar melalui udara dan barang-barang yang terpapar oleh virus. Oleh karena itu, hindari lokasi atau tempat yang memungkinkan kita terpapar oleh virus. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun juga dapat dilakukan sebagai pencegahan dari terpaparnya virus.

(RAA)