Konten dari Pengguna

Keuntungan Proses Fermentasi Makanan, Mengawetkan hingga Menambah Cita Rasa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses fermentasi makanan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses fermentasi makanan. Foto: Unsplash

Fermentasi adalah suatu proses konversi gula menjadi asam organik atau alkohol. Secara bahasa, fermentasi berasal dari kata 'fervere' atau 'to boil' yang artinya memasak. Dinamakan demikian karena adanya kenampakan seperti proses memasak ketika fermentasi terjadi.

Proses fermentasi melibatkan peran mikroorganisme seperti bakteri, fungi/jamur, dan yeast. Peran ini disebut sebagai katabolisme, yakni perombakan molekul organik berukuran besar seperti polisakarida menjadi molekul kecil seperti monosakarida.

Fermentasi sering digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan pertanian. Contoh produk fermentasi pada industri makanan adalah keju, yogurt, kefir, anggur, dan cuka buah. Lantas, apakah keuntungan proses fermentasi makanan? Simak ulasan berikut.

Keuntungan Proses Fermentasi Makanan

Ilustrasi keju, produk makanan hasil fermentasi. Foto: Unsplash

Mengutip buku Teknologi Fermentasi oleh Kiki Kristiandi, keuntungan proses fermentasi makanan adalah sebagai berikut:

1. Mengawetkan Makanan

Proses fermentasi mengawetkan makanan melalui penghambatan asam organik, seperti asam laktat, asam asetat, asam propianat, dan lain-lain. Selain itu, hal yang membuat makanan awet adalah adanya kombinasi pengeringan dan penggunaan garam pada proses fermentasi.

2. Meningkatkan Keamanan Makanan

Keuntungan proses fermentasi yang kedua adalah meningkatkan kemananan makanan. Itu karena karena proses fermentasi menghambat pertumbuhan patogen. Karenanya, makanan menjadi lebih aman untuk dikonsumsi.

3. Meningkatkan Nilai Gizi

Proses fermentasi membuat gizi makanan semakin meningkat. Makanan yang awalnya sudah bergizi pun menjadi semakin sehat untuk dikonsumsi berkat adanya proses fermentasi, salah satu contohnya tempe. Mengutip buku Fakta Ajaib Khasiat Tempe oleh Susianto dan Rita Ramayulis, tempe dapat mengatasi gangguan saluran pencernaan, mengatasi penyakit jantung, dan mencegah osteoporosis.

4. Menambah Variasi Makanan

Proses fermentasi dapat menambah variasi makanan karena adanya perubahan warna, rasa, aroma, dan tekstur yang dihasilkan dari proses tersebut. Contohnya, fermentasi susu dapat menghasilkan keju dan yogurt. Makanan yang bervariasi dan unik akan membuat orang lebih tertarik untuk mengonsumsinya.

5. Menambah Kandungan Nutrisi Makanan

Proses fermentasi dapat menambah kandungan nutrisi suatu makanan. Hal ini karena bakteri yang digunakan dalam fermentasi adalah jenis bakteri baik yang dapat membantu tubuh melawan bakteri jahat penyebab penyakit. Bakteri baik menghasilkan protein antimikroba yang berguna untuk membunuh bakteri jahat.

6. Menambah Cita Rasa

Proses fermentasi menghasilkan cita rasa yang khas pada makanan. Misalnya, rasa masam yang menyegarkan pada yogurt dan kimchi (makanan khas dari Korea). Itu adalah rasa unik yang hanya dapat dihasilkan dari proses fermentasi.

7. Aroma lebih menarik

Selain menambah cita rasa, proses fermentasi juga menghasilkan aroma menggoda. Aroma tersebut adalah aroma khas yang hanya dapat dihasilkan dari proses fermentasi. Misalnya, aroma karbonasi pada kombucha yang dipengaruhi oleh asam asetat, asam glukonat, asam sitrat, asam malat, dan asam piruvat.

(AFM)