Konten dari Pengguna

Keutamaan dan Cara Mengamalkan Maulid Diba

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Maulid Diba. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Maulid Diba. Foto: Pixabay

Maulid Diba adalah bacaan maulid yang berisi syair-syair pujian serta sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW. Pengarangnya bernama lengkap Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Umar ad-Diba’i asy-Syaibani atau yang akrab disapa Ibnu Diba.

Maulid Diba sebenarnya bukanlah nama khusus kitab ini. Sebab, semua isi yang ada di dalam Maulid Diba merupakan ringkasan dari kitab Maulid Syaraful Anâm karangan Syekh Syihabuddin bin Qasim, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Mil’ul Awani oleh Al Anshari berikut:

اِشْتَهَرَ هَذَا الْكِتَابُ بِالْمَوْلِدِ الدِّيْبَعِي نِسْبَةً إِلَى مُؤَلِّفِهِ الْمَشْهُوْرِ بِابْنِ الدِّيْبَعِ. كَانَ مُخْتَصَرًا مِنْ كِتَابِ الْمَوْلِدْ شَرَفِ الْأَنَامِ لِلشَّيْخِ شِهَابُ الدِّينِ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيِّ بْنِ قَاسِمِ الْمُرْسِيِّ الْمَشْهُوْرِ بِابْنِ قَاسِمٍ

Artinya: “Kitab ini terkenal dengan nama Maulid Diba’i, karena disandarkan kepada penyusunnya, yang dikenal dengan nama Ibnud Diba’. Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab Maulid Syaraful Anâm, karangan Syekh Syihabuddin Ahmad bin Ali bin Qasim al-Mursi, yang dikenal dengan nama Ibnu Qasim.

Keutamaan Membaca Maulid Diba

Illustrasi Maulid Diba. Foto: Pixabay

Melansir buku Kitab Shalawat Terbaik & Terlengkap karya Ustadz Rusdianto, berikut adalah beberapa keutamaan yang akan diraih oleh seseorang yang tekun membaca sholawat, termasuk Maulid Diba:

1. Dikabulkan doanya. Tentang hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Setiap doa adalah terhalang sehingga dimulai dengan memuji kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad, kemudian berdoa dan akan dikabulkan doa itu." (HR. Nasa'i)

2. Peluang mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat.

3. Dihilangkan segala kesusahan dan kesulitannya.

4. Dihapuskan dosanya dan pribadinya menjadi bersih. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah berikut:

"Bershalawatlah kamu untukku, karena membaca shalawat untukku bisa menghapus dosamu dan membersihkan pribadimu." (HR. Ibnu Majah)

5. Bacaan sholawat akan menjadi cahaya bagi pembacanya pada hari kiamat, seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut:

"Hiasilah tempat-tempat pertemuanmu dengan bacaan shalawat untukku, karena sesungguhnya bacaan shalawat untukku itu menjadi cahaya bagimu pada hari kiamat." (HR. Dailami)

Cara Mengamalkan Maulid Diba

Illustrasi Maulid Diba. Foto: Pixabay

Mengutip buku Pro Kontra Maulid Nabi Mencari Titik Kesepahaman oleh Nur Azizah, hendaknya Maulid Diba dibaca di tempat yang layak, penuh adab dan sopan, serta dalam keadaan suci. Dalam cara pengamalannya pun dilakukan secara khusus, yaitu dengan beberapa tahapan sebagai berikut:

  • Pertama, membaca surat Al Fatihah yang ditujukan kepada Rasulullah SAW dan Imam ad-Diba’i.

  • Kedua, membaca seruan dan ajakan kepada para hadirin untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan kalimat sebagai berikut:

فَيَا أَيُّهَا الرَّاجُوْنَ مِنْهُ شَفَاعَةً صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَيَا أَيُهَا الْمُشْتَقُوْنَ إِلَى رُؤْيَةِ جَمَالِهِ، صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَيَا مَنْ يَخْطُبُ وِصَالَهُ يَقْظَةً وَمَنَامًا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang mengharapkan syafaat dari Rasulullah saw, bershalawatlah dan ucapkanlah salam kepadanya. Wahai orang-orang yang rindu melihat ketampanannya, bershalawatlah dan ucapkanlah salam kepadanya. Wahai orang-orang yang mengharapkan pertemuan dengannya; saat sadar dan tidur, bershalawatlah dan ucapkanlah salam kepadanya.

  • Setelah membaca surat Al Fatihah, disusul dengan membaca sholawat berikut:

يَا رَسُوْلَ الله سَلَامٌ عَلَيْك *** يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ الْعَلَمِ *** يَا أُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

(الـــــخ)

Artinya: “Wahai utusan Allah! Semoga keselamatan tetap padamu. Wahai orang yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi. Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga. Wahai ahli dermawan dan pemurah hati. (sampai selesai).

  • Terakhir, membaca bacaan yang sudah tertera dalam Maulid Diba.

(NDA)