Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di bulan Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah karena setiap pahala akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Apalagi, ada banyak ibadah wajib dan sunah yang bisa dikerjakan selama bulan Ramadhan.
Salah satu amalan sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi makan kepada orang yang berpuasa. Di balik ibadah yang tampak sederhana ini, tersimpan janji pahala besar serta keberkahan berlimpah bagi siapa saja yang melakukannya dengan ikhlas.
Memberi makan orang yang berpuasa tak harus dalam jumlah besar, karena sekecil apa pun tetap mengandung banyak keutamaan. Sebenarnya, apa saja keutamaan memberi makan orang yang sedang berpuasa?
Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa
Memberi makan orang yang berpuasa bukan hanya membawa manfaat bagi penerimanya, tetapi juga menjadi sumber pahala bagi si pemberi. Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia dan Baznas, berikut beberapa keutamaan yang bisa diraih dari amalan ini:
1. Mendapat Pahala Seperti Orang yang Berpuasa
Salah satu keistimewaan besar dari amalan ini adalah mendapatkan pahala setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala mereka (yang berpuasa) tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Ibnu Majah no. 1736)
2. Mendapat Doa dari Malaikat
Keutamaan berikutnya adalah memperoleh doa dan kebaikan yang melimpah, bahkan dari para malaikat. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, diceritakan bahwa ketika Nabi SAW berbuka di rumah sahabat Sa’ad bin Mu’adz RA, beliau bersabda:
أَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلَائِكَةُ
“Orang-orang yang berpuasa telah berbuka puasa di rumah kalian, makanan kalian telah dimakan oleh orang-orang yang baik, dan para malaikat telah berdoa untuk kalian.” (HR. Ibnu Majah no. 1737)
Imam as-Sindy dalam kitab Hasyiah as-Sindy ‘ala Sunan Ibn Majah menjelaskan bahwa hadis tersebut mengandung doa dan kabar gembira. Doa ditujukan bagi orang yang berpuasa agar senantiasa mendapat pertolongan Allah, serta kabar baik bagi si pemberi makanan bahwa malaikat mendoakan kebaikan untuk mereka.
3. Menumbuhkan Empati dan Kepedulian
Berbagi hidangan berbuka melatih kepekaan sosial dan empati terhadap sesama. Dari sana, tumbuhlah rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.
4. Menghapus Dosa dan Mendatangkan Keberkahan
Memberi makan termasuk bentuk sedekah yang dapat menjadi sebab diampuninya dosa dan dilipatgandakannya pahala. Selain itu, amalan ini juga membuka pintu keberkahan dalam hidup.
5. Mempererat Tali Persaudaraan
Momen berbagi makanan menciptakan kehangatan dan memperkuat ukhuwah antarumat Muslim. Kebersamaan saat berbuka juga menjadi sarana mempererat hubungan dan saling mendoakan.
6. Membuka Pintu Rezeki
Dalam ajaran Islam, sedekah tidak akan mengurangi harta yang memberi. Sebaliknya, Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda dan rezeki yang berlimpah bagi mereka yang gemar berbagi.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026
Baca Juga: Pengertian Rukun Puasa Lengkap dengan Dalil dan Penjelasannya
(ANB)
