Konten dari Pengguna

Khutbah Idul Fitri Sedih tentang Orang Tua yang Menyentuh Hati

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Idul Fitri sedih tentang orang tua. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Idul Fitri sedih tentang orang tua. Foto: Unsplash.

Salah satu rangkaian dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri adalah khutbah. Isi dari khutbah ini kerap memuat pesan kebaikan dan nasihat yang menyentuh hati.

Salah satu tema yang bisa dipertimbangkan untuk disampaikan adalah kasih sayang orang tua. Pembahasan tentang orang tua dapat membuat jamaah merenung hingga meneteskan air mata. Nah, jika butuh referensi, simak khutbah Idul Fitri sedih tentang orang tua berikut ini!

Khutbah Idul Fitri Sedih tentang Orang Tua

Ilustrasi khutbah Idul Fitri sedih tentang orang tua. Foto: Unsplash.

Dikutip dari kanal Youtube Ustad Das'ad Latif, berikut contoh khutbah Idul Fitri sedih tentang orang tua yang bisa dibaca dan dijadikan referensi.

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar, walillahilham.

Suatu ketika Rasulullah SAW pada 1 Syawal naik ke atas mimbar ingin menyampaikan khutbah Idul Fitri. Ketika naik ke atas mimbar, beliau menaiki tiga langkah. Ketika langkah pertama naik ke tangga, Nabi mengucapkan "Amin." Langkah kedua, Nabi lagi mengucapkan "Amin." Langkah ketiga, Nabi lagi mengucapkan "Amin."

Selesai khutbah, sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, kami tadi mendengar anda mengucapkan Amin, tidak biasanya seperti itu." Nabi kemudian menjelaskan, "Tadi datang Malaikat Jibril berbisik kepadaku, berdoa kepada Allah berkaitan dengan Ramadhan kita. Jibril berdoa, saya mengaminkan."

Bayangkan saudaraku, Malaikat Jibril, malaikat semulia-mulia malaikat, panglimanya malaikat, berdoa, lalu diaminkan oleh Nabi Muhammad SAW, semulia-mulia nabi dan rasul. Pasti doa itu dikabulkan.

Apa doanya? Malaikat Jibril berdoa: "Ya Allah, janganlah Engkau terima amal ibadah Ramadhannya anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya."

Saudaraku, biar puasamu baik, tahajudmu tiap malam, kau basahi sajadah, kelihatan bertobat, tetapi kau teteskan air mata orang tuamu, kau sakiti hati orang tuamu, demi Allah, puasamu tidak ada gunanya. Puasa mutih sekalipun tidak akan sampai kepada Allah.

Maka saudaraku yang masih hidup orang tuanya, bersyukurlah kalian kepada Allah. Muliakan orang tuamu, berikan hartamu yang terbaik untuk orang tuamu, jangan kau pernah hitung-hitung untuk orang tuamu. Karena kita bisa seperti ini adalah jasa dari orang tua kita.

Rasulullah pernah ditanya, "Ya Rasulullah, ada orang baik agamanya, bagus ibadahnya, tapi dia meneteskan air mata orang tuanya, menyakiti orang tuanya, apa kata Nabi?" Anak itu, jangankan masuk surga, baunya surga pun dia tidak akan dapat.

Bersyukurlah kita yang masih hidup orang tuanya. Meskipun sakit, meskipun menderita orang tua kita, lalu kita merawatnya bertahun-tahun, ketahuilah, orang tua yang dirawat itu, Allah tersenyum kepadamu karena engkau merawat orang tuamu. Tidak semua anak diberikan kesempatan untuk merawat orang tuanya.

Umar bin Khattab pernah bertanya, "Ya Rasulullah, tidak mungkin saya melihat wajah Allah di dunia. Saya tahu tidak mungkin saya bisa melihat Allah di muka bumi ini. Tapi saya ingin, bagaimana supaya Allah tersenyum kepadaku?" Maka Nabi menjawab, "Buatlah ibu bapakmu tersenyum, maka Allah pasti tersenyum kepadamu."

Saudaraku, pulang lebaran ini, buatlah ibu bapakmu tersenyum. Kasih hadiah yang terbaik, hibur dia. Buatlah ketika dia bertemu denganmu, dia tersenyum kepadamu.

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar, walillahilham.

Datanglah kepada orang tuamu, cium kakinya, jangan lepas tangannya. Dia katakan, "Saya maafkan kamu." Dan kemuliaan orang tua itu luar biasa, kita belum minta maaf, baru menjabat tangan, apa kata orang tua kita? "Tidak ada dosamu, meskipun ada dosamu, aku telah memaafkan kau lahir dan batin."

Saudaraku, banyak orang dalam perantauan yang ingin mencium kaki bapaknya, ingin mencium tangan ibu bapaknya, tetapi ibu bapaknya ada di Jawa, dia tidak bisa kembali kampung karena uangnya terbatas. Maka saudaraku yang ada orang tuanya di tempat ini, kembalilah, buatlah orang tuamu tersenyum, maka Allah pasti tersenyum kepadamu.

Dengar firman Allah:

"Apabila kedua orang tuamu sudah lanjut usia di dalam pemeliharaanmu, jangan kau berkata 'ah' kepadanya, jangan kau teteskan air matanya."

Jika kalian ingin berbuat baik kepada orang tuamu, jangan kau kirim pakai orang lain, jangan kau suruh orang lain. Tanganmu sendiri yang datang dan kau bawakan langsung. Begitu cara ayat ini memuliakan orang tua.

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar, walillahilham.

Bagaimana buat kita yang sudah wafat orang tuanya? "Ustadz, saya dulu nakal, saya dulu sering mengecewakan orang tua saya. Sekarang saya sudah hijrah, sudah bertobat, tapi orang tua saya sudah tidak ada, sudah ada di alam kubur."

Agama mengajarkan, bagi mereka yang sudah wafat orang tuanya:

Pertama, doakan orang tuamu. Bagaimana caranya? Tidak harus ustadz yang doakan, tidak harus imam yang doakan. Untuk orang tua, lebih baik kalian yang langsung doakan.

Selesai nanti Idul Fitri ini, kalian duduk menghadap kiblat, doakan orang tuamu. Tidak harus ada ayam, tidak harus ada sesajen, tidak harus ada nasi. Doakan langsung, karena doa paling baik untuk orang tua adalah dari bibir anaknya sendiri.

Doanya tidak harus berbahasa Arab. Boleh dengan bahasa sehari-hari: "Ya Allah, ampuni dosa orang tuaku, terima amal ibadahnya, gandakan segala kebaikannya, lapangkan alam kuburnya, jadikan kuburnya menjadi taman-taman surga."

Kedua, setelah doakan, kirimi pahala. Supaya ada ketenangan di kuburnya, kirimi pahala dengan berbagi kepada sesama. Niatkan itu untuk orang tuamu.

Ketiga, cara berbuat baik kepada orang tua yang sudah meninggal adalah dengan mengunjungi karib kerabatnya. Kalau orang tua masih ada paman kita, masih ada saudara kandungnya, jangan biarkan mereka yang datang kepada kita, kita yang mendatangi mereka. Itulah yang diajarkan oleh Nabi, anak yang mendatangi saudara bapaknya atau saudara ibunya.

Menjelang Lebaran, tradisi mudik kembali menjadi perjalanan yang penuh makna untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga. Melalui semangat #KebaikanBersama, kumparan menghadirkan beragam informasi seputar mudik, dari kondisi rute perjalanan, tips mudik, hingga rekomendasi kuliner khas daerah.

Temukan info selengkapnya di kum.pr/mudik2026

(FHK)

Baca juga: 3 Teks Khutbah Idul Fitri Singkat dan Penuh Makna bagi Jemaah