Kisah Fatmawati, Penjahit Bendera Merah Putih Saat Proklamasi Kemerdekaan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di balik peristiwa bersejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia, ada kisah Fatmawati, istri Soekarno yang juga memiliki peran penting saat itu. Fatmawati menjadi tokoh yang berperan sebagai penjahit bendera Merah Putih.
Saat itu, Soekarno bersama tokoh lainnya sedang mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk momen pembacaan naskah teks proklamasi. Ketika Fatmawati keluar dari pintu rumahnya, ia tidak sengaja mendengar teriakan bahwa bendera Indonesia belum ada.
Lalu, Fatmawati yang saat itu sedang hamil tua mencoba untuk menjahit bendera Indonesia. Untuk menjahitnya, Fatmawati memanggil Chaerul Basri untuk menemui Shimizu yang merupakan pimpinan barisan Propaganda Jepang Gerakan Tiga A.
Shimizu pun bertemu Fatmawati sambil membawa kain dua blok berwarna merah dan putih. Kain itu dijahit Fatmawati di ruang makan dengan kondisi fisik yang cukup rentan.
Ibu dari Guntur Sukarnoputra itu menghabiskan waktunya menjahit bendera besar selama dua hari. Dengan menggunakan alat jahit tangan, bendera Merah Putih berukuran 2x3 meter itu akhirnya berhasil dibuat.
Bendera buatan Fatmawati dikibarkan setelah pembacaan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945 di Jl Pegangsaan Timur no 56 Jakarta. Bendera tersebut hingga kini masih disimpan dan menjadi benda pusaka negara.
Peran Fatmawati dalam kemerdekaan Indonesia tidak hanya sampai di situ. Ia juga kerap menjadi orator untuk menyemangati masyarakat dan pejuang dalam merebut kemerdekaan. Bahkan, Fatmawati juga dikenal dengan kepiawaiannya dalam menjalin hubungan dengan para kepala negara di level internasional.
(DNA)
