News
·
18 Maret 2021 18:14

Kisah Izrail, Malaikat Pencabut Nyawa dan Kewajiban Umat Islam Mengimaninya

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Kisah Izrail, Malaikat Pencabut Nyawa dan Kewajiban Umat Islam Mengimaninya (180292)
Foto: Casey Horner on Unsplash
Mengimani malaikat termasuk ke dalam rukun iman ke-2. Dengan mengimaninya niscaya akan terhindar dari perbuatan buruk, sebab manusia sadar akan selalu ada yang mengawasi dirinya.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Mengenal Malaikat oleh M. Rosid Kusnan, secara istilah malaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan Allah SWT dari cahaya. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah.
“Dari Aisyah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari jilatan api menyala-nyala, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu.”
Tidak ada yang mengetahui berapa jumlah pasti malaikat, kecuali Allah SWT. Sebagaimana potongan firman Allah dalam Alquran Surat al-Mudassir [74] ayat 31, sebagai berikut:
….وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
Artinya: “...dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.”
ADVERTISEMENT
Walaupun tidak ada yang tahu jumlah pastinya, umat Muslim wajib mengimani adanya sepuluh malaikat. Salah satunya adalah Izrail, sang malaikat pencabut nyawa.

Malaikat Pencabut Nyawa

Dalam buku Mengenal Malaikat, malaikat pencabut nyawa adalah Izrail. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk yang ada di muka bumi.
Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Surat al-An’am [6] ayat 61, yang artinya:
“Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalikan tugasnya.”

Kisah Tertawa dan Bersedihnya Malaikat Pencabut Nyawa

Mengutip situs NU Online, dalam kitab Hikayat Shufiya diceritakan, ketika Malaikat Izrail ‘alaihissalam ditanya:
“Apakah Engkau juga pernah tertawa?”
ADVERTISEMENT
“Ya, aku pernah tertawa sekali, dan menangis sekali. Pertama, aku tertawa kepada laki-laki yang telah melakukan tawar-menawar harga sepatu yang tidak akan rusak sampai masa lima tahun, sementara aku mengambil nyawanya saat dia sedang melakukan transaksi. Hehehe,” tawa Malaikat.
Kemudian malaikat Izrail menjelaskan mengenai kisah sedih yang pernah dialaminya.
“Kedua, aku bersedih ketika saat itu ada perempuan yang memiliki dua anak yatim yang masih imut-imutnya. Perempuan itu menyeberangkan sungai anaknya satu per satu. Anak pertama sudah perempuan itu turunkan di tepi sungai, sementara saat hendak mengambil yang anak keduanya, kuasa Allah, tiba-tiba air menyeret menenggelamkan ibu dua anak yatim tersebut dan meninggal. Kejadian tersebut membuatku terharu, karena ada dua anak kecil yatim dan terpisahkan oleh keadaan, sementara ibunya telah meninggalkan mereka.
ADVERTISEMENT
Hingga akhirnya, Allah SWT menampakkan masa depan mereka berdua di mana anak pertama akan menjadi Raja Penjuru Timur, dan satunya akan jadi Raja penjuru Barat. Dan Allah, Maha Suci, Dialah Dzat pengelola segala sesuatu, tiada Tuhan selain-Nya.”
Dalam kisah ini dijelaskan bahwasanya kematian bisa datang kapan saja. Allah sudah memiliki takdir atas batasan setiap umur umatnya.
(PDN)