Kisah Kerajaan Medang Kamulan dari Sejarah Berdiri hingga Peninggalannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Medang Kamulan adalah kelanjutan Kerajaan Mataram Lama di Jawa Tengah. Kerajaan ini terletak di daerah Jawa Timur, tepatnya di kawasan muara Sungai Brantas.
Purwanta dalam buku Sejarah SMA/MA Klas XI-Bahasa menjelaskan, sejarah berdirinya Kerajaan Medang Kamulan yakni didirikan oleh Mpu Sindok pada abad ke-10. Mpu Sindok adalah keturunan raja-raja dari Dinasti Sanjaya yang berkuasa di Mataram Lama.
Karena adanya tekanan dari Sriwijaya, serta bencana alam yang mengganggu keamanan kerajaan, akhirnya membuatnya mengambil keputusan untuk memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur. Kemudian, Mpu Sindok merintis dinasti baru yaitu Dinasti Isyana.
Nama dinasti ini diambil dari gelar Mpu Sindok yaitu Isyana Tungga Dewa. Dinasti ini kemudian memerintah Medang Kamulan hampir satu abad lamanya.
Deny Prasetya dalam buku Mengenal Kerajaan-Kerajaan Nusantara menjelaskan, selama pemerintahannya, Mpu Sindok dibantu oleh permaisurinya Sri Wardhani. Berbagai usaha mereka lakukan untuk membuat rakyatnya hidup makmur. Mpu Sindok bahkan berhasil membangun bendungan dan tanggul sebagai pengairan pertanian.
Setelah Mpu Sindok wafat, Kerajaan Medang Kamulan dipimpin oleh Raja Dharmawangsa. Selama pemerintahannya, Kerajaan Medang Kamulan menjalin persahabatan dengan berbagai kerajaan baik di nusantara maupun lingkup internasional.
Di tingkat internasional, Dharmawangsa menjalin hubungan baik dengan Dinasti Sung yang berkuasa di China. Sedangkan di Nusantara, ia menjalin persahabatan dengan kerajaan Bali. Dia kemudian menikahkan putrinya dengan putra Udayana yang bernama Airlangga.
Berakhirnya Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan Medang Kamulan berakhir saat pesta pernikahan Putri Dharmawangsa dan Airlangga. Mengutip dari buku Sejarah SMA/MA Kls XI-IPA oleh A Ferry T Indratno, dkk., saat pesta pernikahan berlangsung, Kerajaan Medang Kamulan tiba-tiba diserang oleh Kerajaan Sriwijaya yang bersekutu dengan Kerajaan Wurawari.
Serangan mendadak tersebut mengakibatkan raja beserta keluarganya meninggal. Yang selamat adalah Airlangga bersama pengikut setianya yang bernama Narottama.
Pada 1031, Airlangga berusaha memulihkan kejayaan Dinasti Isyana dengan menobatkan dirinya sebagai raja. Gelar yang disandangnya adalah Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wikramatunggadewa.
Ia kemudian memindahkan pusat Kerajaan Medang Kamulan di wilayah Kahuripan. Secara bertahap, Airlangga mengambalikan wilayah Dinasti Isyana dengan cara menaklukkan kerajaan kecil di sekitarnya. Perjuangan Airlangga tersebut, diabadikan dalam bentuk cerita rakyat yang berjudul Calon Arang.
Peninggalan Kerajaan Medang Kamulan
Dikutip dari buku Bahas Tuntas 1001 Soal IPS SD Kelas 4, 5, dan 6 oleh Forum Tentor, peninggalan Kerajaan Medang Kamulan yaitu:
Prasasti Tangeran (933 M): Berisi keterangan Mpu Sindok yang memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani.
Prasasti Bangil (933M): Berisi perintah Mpu Sindok untuk membangun candi guna menjadi tempat peristirahatan mertuanya, Rakyan Bawang.
Prasasti Lor (939 M): Berisi perintah Mpu Sindok membangun Candi Jayamrata dan Jayamstambho di Desa Anyok Lodang.
Prasasti Kalkuta: Berisi peristiwa hancurnya istana milik Dharmawangsa yang juga memuat silsilah raja-raja Medang Kamulan.
(IPT)
