Kisah Mukjizat Nabi Yunus yang Dapat Diteladani Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
23 Juni 2022 14:51
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi mukjizat Nabi Yunus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mukjizat Nabi Yunus. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Nabi Yunus adalah satu dari 25 nabi yang diberikan kemampuan istimewa oleh Allah SWT. Secara logika, keajaiban luar biasa yang diterima para Nabi dan Rasul seperti sulit diterima. Padahal, semua itu merupakan bukti sah dan nyata atas keagungan Allah.
ADVERTISEMENT
Mukjizat ini dialami Nabi Yunus saat beliau dimangsa ikan paus. Manusia lain mungkin tidak akan mampu bertahan hidup dan mati begitu saja menjadi santapan ikan bertubuh besar tersebut.
Lain halnya dengan Nabi Yunus. Berkat mukjizat dari Allah SWT, beliau tetap hidup dan keluar dengan selamat dari perut ikan paus.
Bagaimanakah awal mula keajaiban ini? Menyadur buku Kisah dan Mukjizat 25 Nabi dan Rasul, simaklah cerita berikut ini.

Kisah Mukjizat Nabi Yunus

Alkisah, Nabi Yunus berdakwah di tengah penduduk Ninawa yang menyembah berhala. Tidak lelahnya ia mengajak penduduk tersebut untuk menyembah Allah.
Ajakan tersebut selalu berujung penolakan. Namun, Nabi Yunus terus berdakwah meskipun hanya dengan pengikut yang tidak seberapa.
Beliau menyampaikan bahwa azab Allah menanti mereka. Penduduk Ninawa justru menantang dengan mempertanyakan kapan hukuman-Nya datang. Nabi menjawab, 30 hari lagi hal itu menimpa kalian.
ADVERTISEMENT
Begitu zalimnya penduduk Ninawa hingga membuat Nabi Yunus putus asa. Beliau lantas memutuskan untuk pergi ke mana saja dengan kapal. Saat kapal mengarungi samudra luas, petir menggelegar datang diikuti angin yang begitu kencang.
Ombak akibat badai menerpa kapal yang ditumpanginya. Bersama penumpang lainnya, Nabi Yunus dengan ikhlas melarungkan bawaannya untuk meringankan beban kapal. Cara ini tidak berhasil hingga akhirnya semua penumpang menentukan undian siapa yang harus keluar dari kapal.
Ilustrasi mukjizat Nabi Yunus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mukjizat Nabi Yunus. Foto: Unsplash
Undian mengeluarkan nama Nabi Yunus. Karena ketabahan hatinya, ia terjun ke laut dan seketika ikan paus menelan tubuhnya. Nabi Yunus begitu menyesal karena telah meninggalkan umatnya.
Tak henti ia berdoa dan beristighfar kepada Allah dengan bacaan berikut ini:

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ

"Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS Al Anbiya: 87)

ADVERTISEMENT
Atas izin Allah, Nabi Yunus pun tetap aman dan dapat keluar dengan selamat dari ikan paus tersebut. Di sisi lain, ternyata penduduk Ninawa dilanda azab yang pedih dan mereka pun segera bertaubat kepada Allah SWT.
Ilustrasi mukjizat Nabi Yunus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mukjizat Nabi Yunus. Foto: Unsplash

Meneladani Mukjizat Nabi Yunus

Kisah Nabi Yunus tersebut bukan hanya untuk dipahami tapi juga dapat dijadikan suri tauladan. Umat Islam dapat meneladaninya dengan cara berikut ini:

1. Bersabar Ketika Ditimpa Musibah

Allah selalu bersama hambanya, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun. Seperti hati Nabi Yunus yang begitu lapang, hingga Allah melindungi dirinya ketika di dalam perut ikan paus.

2. Selalu Ingat Allah

Perbanyak sholat, dzikir, dan berdoa. Ketiga cara tersebut dapat membuat kita terus dekat dengan-Nya dan memperoleh syafaat-Nya.

3. Kembali Kepada Allah

Nabi Yunus sadar akan kesalahannya dan terus memohon ampun, sehingga Allah memberikan kemudahan untuknya. Oleh karena itu, hendaklah kembali dan mohon ampun kepada-Nya selepas berbuat dosa atau khilaf.
ADVERTISEMENT
(DAF)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020