Konten dari Pengguna

Kisah Nabi Ayyub Sebagai Teladan dalam Hal Kesabaran

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Nabi Ayyub. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Nabi Ayyub. Foto: Freepik.

Nabi Ayyub adalah salah satu nabi yang wajib diimani seluruh umat Muslim. Beliau juga menjadi teladan bagi umat manusia bagaimana cara menjaga kesabaran. Kisah Nabi Ayyub bisa dijadikan pelajaran jika sedang menghadapi suatu permasalahan yang berat.

Ujian Nabi Ayyub dimulai dari harta benda, keluarga, istri, bahkan raganya sendiri. Meski mendapat ujian yang bertubi-tubi, imannya sama sekali tak tergoyahkan. Kesabaran Nabi Ayyub pun diabadikan dalam Alquran pada surat Shad ayat 44 yang berbunyi:

Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

Dikutip dari buku Kisah Teladan 25 Nabi & Rasul oleh Ifsya Hamasah, Nabi Ayyub adalah putra dari Aish bin Ibrahim. Ibunya adalah putri Nabi Luth. Allah SWT mengutus Nabi Ayyub untuk menyampaikan risalah kepada bangsa Romawi.

Nabi Ayyub adalah keturunan orang kaya. Beliau mewarisi kekayaan keluarganya setelah ayahnya wafat. Nabi Ayyub menikah dengan cucu Nabi Yusuf yang bernama Rahmah, dan dianugrahi keturunan yang banyak.

Hidup dengan harta yang bergelimang tidak membuat Nabi Ayyub sombong dan lalai. Semakin berlimpah kekayaannya, ia justru semakin dermawan kepada orang lain. Beliau terbiasa berbagi kepada sesama dengan cara memberi sedekah kepada fakir miskin.

Ujian Nabi Ayyub

Ilustrasi Kisah Nabi Ayyub. Foto: Freepik.

Ujian Nabi Ayyub dimulai saat berusia 70 tahun. Allah SWT menguji Nabi Ayyub dengan menarik semua harta benda yang dimilikinya sehingga beliau menjadi orang yang miskin.

Setelah itu, Allah mengujinya lagi dengan mengambil anak-anaknya, Nabi Ayyub pun menerima cobaan tersebut dengan tabah dan sabar. Tak sampai di situ, Allah memberi ujian penyakit untuknya sehingga membuatnya sangat menderita, namun beliau tetap bersabar dan mensyukuri semuanya.

Sakit yang diderita Nabi Ayyub tidak kunjung sembuh, cobaannya justru kembali bertambah. Orang-orang semakin menjauhinya, bahkan istrinya pun ikut meninggalkannya. Hingga akhirnya beliau menjalani kehidupan hanya seorang diri.

Cobaan-cobaan tersebut justru membuat kesabaran dan keimanan Nabi Ayyub semakin bertambah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Anas, disebutkan bahwa Nabi Ayyub menjalani cobaan itu selama 18 tahun.

Pada suatu hari, singgahlah pemikiran setan di benaknya dan mulai menyelimuti hatinya. Setan mengggodanya untuk berhenti bersabar dan terus membisikkan keputusasaaan. Namun, Nabi Ayyub mampu menghalau pikiran setan itu dengan mengadu kepada Allah atas kelancangan setan terhadapnya.

Aduan Nabi Ayyub dijelaskan dalam Alquran pada surat Shaad ayat 41. “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayan dan siksaan.” (QS. Shaad :41)

Balasan Kesabaran Nabi Ayyub

Ilustrasi Kisah Nabi Ayyub. Foto: Freepik.

Setelah sekian lama meninggalkan suaminya, istri Nabi Ayyub kembali ke rumah. Dia datang dengan membawa makanan lezat. Nabi Ayyub bertanya kepadanya, “Dari mana engkau mendapatkan uang?”

Nabi Ayyub lalu bersumpah akan memukul istrinya seratus kali jika sembuh nanti, karena ia menyangka istrinya membawa makanan yang tidak halal. Pada sore hari, Nabi Ayyub mengetahui bahwa istrinya mencukur dan menjual rambutnya demi membeli makanan untuk Nabi Ayyub.

Setelah melewati masa sulit tersebut, Nabi Ayyub bermunajat kepada Allah memohon kesembuhan dirinya. Allah menerima munajat Nabi Ayyub yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman.

Allah SWT berfirman dalam Surat Shaad ayat 42 yang artinya: “Hantamkan kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” (QS. Shaad: 42)

Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Ayyub kemudian bergegas mandi dan meminum air itu. Dengan izin Allah, Nabi Ayyub langsung sembuh dari penyakitnya dan kembali pulih.

Setelah itu, Nabi Ayyub teringat pernah bersumpah akan memukul istrinya jika ia sembuh. Allah mengetahui sebenarnya Nabi Ayyub tidak berniat menyakiti istrinya. Kemudian, agar beliau tidak melanggar sumpahnya Allah SWT memberikan jalan keluar lewat firman dalam surat Shaad ayat 44.

“Dan ambil dengan tangan seikat (rumput), maka pukullah dengan itu (istrimu) dan janganlah kamu melanggar sumpah.” (QS. Shaad: 44)

Kisah Nabi Ayyub Sebagai Teladan Umat Islam

Ilustrasi Kisah Nabi Ayyub. Foto: Freepik.

Karena kesabarannya, kisah Nabi Ayyub tentu layak dijadikan sebagai teladan bagi umat Muslim. Dengan kesabarannya tersebut, Allah membalasnya dengan mengembalikan kesehatan, kekayaan, dan nikmat yang lainnya.

Dalam surat Al-Anbiya ayat 84, Allah SWT berfirman:

“Maka kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.” (QS Al-Anbiya:84)

(IPT)