Konten dari Pengguna

Kisah Nabi Harun, Saudara yang Setia Mendampingi Nabi Musa

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
26 Agustus 2021 13:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Kisah Nabi Harun Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Nabi Harun Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Nabi Harun merupakan saudara Nabi Musa yang dikenal dengan perilaku santun dan kesetiaannya. Ia diutus Allah SWT untuk menemani Nabi Musa dalam upaya berdakwah kepada Fir’aun dan Bani Israil.
ADVERTISEMENT
Mengutip Kisah Nabi Harun as tulisan Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc, MA, nama Harun pertama kali disebutkan dalam Mushaf pada Surat Al-Baqarah ayat 248. Allah SWT berfirman:
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.” (Qs Al-Baqarah [2]:248)
Bagi Anda yang ingin menilik perjalanan hidup dan kesetiaan Nabi Harun, simak ulasan berikut ini.
Ilustrasi Kisah Nabi Harun Foto: Unsplash

Kisah Nabi Harun

Berdasarkan informasi dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD, Nabi Harun diperkirakan hidup pada 1531-1408 SM. Dia menjadi juru bicara yang setia menemani Nabi Musa dalam berdakwah. Sebagaimana dikatakan dalam Surat Maryam ayat 53 yang berbunyi:
ADVERTISEMENT
Dan Kami telah menganugerahkan sebagian rahmat Kami kepadanya, yaitu (bahwa) saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi.
Nabi Harun dikenal sebagai sosok yang bertutur kata fasih, santun, dan setia. Kesetiaannya pun diabadikan dalam Al-Quran:
Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah, 'Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka.
Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk'.” (Q.S.T 20:47)
Nabi Musa dan Nabi Harun selalu membela kaum yang tertindas. Mereka juga yang menyelamatkan kaum Bani Israil dari penindasan. Setelah berhasil diselamatkan, Nabi Musa meninggalkan Bani Israil selama 40 hari untuk ke puncak Gunung Sinai.
ADVERTISEMENT
Kemudian, Nabi Musa memerintahkan Nabi Harun untuk menjaga umatnya selama ia pergi agar mereka tidak berpaling dari Allah SWT. Namun, kepergian Musa menjadi ujian berat bagi Bani Israil.
Banyak dari mereka yang tidak tahan dan akhirnya menyembah anak patung sapi emas buatan Samiri. Nabi Harun sebenarnya sudah memperingati mereka. Akan tetapi, peringatan tersebut diabaikan oleh Bani Israil.
Ilustrasi Kisah Nabi Harun Foto: Pixabay
Setelah 40 hari pergi, Nabi Musa kembali kepada kaum Bani Israil. Ia terkejut dan murka karena Bani Israil berpaling dari Allah SWT. Tidak hanya marah kepada Bani Israil, ia juga murka terhadap Nabi Harun.
Nabi Harun menjelaskan bahwa ia hampir dibunuh oleh Bani Israil karena hasutan Samiri. Ia juga meminta Nabi Musa agar tidak mempermalukan dirinya di depan Bani Israil. Mendengar hal itu, Nabi Musa merasa bersalah. Ia pun berdoa kepada Allah:
ADVERTISEMENT
Dia (Musa) berdoa, 'Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang'.” (Q.S. al-A’rad/7:151)
Nabi Musa akhirnya meninggalkan Harun dan mencari Samiri. Beliau menyuruh Samiri pergi bersama pengikutnya dan memberi peringatan untuknya.
Pergilah kamu dari sini bersama pengikutmu. Patung sapi yang menjadi tuhanmu itu akan aku bakar, kemudian akan aku hanyutkan ke dalam laut. Kamu dan pengikutmu pasti mendapatkan siksa,” ucap Nabi Musa kepada Samiri.
Nabi Harun dan Nabi Musa akhirnya kembali membimbing Bani Israil untuk mengikuti syariat Allah hingga wafat. Nabi Harun wafat 11 bulan sebelum kematian Nabi Musa. Setelah Nabi Harun dan Nabi Musa meninggal, Bani Israil dipimpin oleh Yusya bin Nun.
ADVERTISEMENT
Setelah Yusya meninggal, sebagian besar Bani Israil meninggalkan ajaran Taurat. Beberapa dari mereka bahkan mengubah hukum dalam kitab tersebut hingga menimbulkan perpecahan di antara kaum Bani Israil.
(GTT)