Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Mendapat Azab Allah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi adalah utusan Allah SWT yang ditugaskan untuk mengembalikan jalan umat manusia agar selalu menyembah hanya kepada-Nya. Begitu pula Nabi Luth yang diutus Allah SWT untuk berdakwah kepada kaum Sodom.
Kaum Sodom merupakan golongan yang sangat dibenci Allah SWT karena gemar berbuat maksiat. Mereka gemar merampok, menganiaya, dan melakukan kejahatan lainnya. Tak hanya itu, mereka juga menjadi penyuka sesama jenis dan terjerat pergaulan bebas.
Dengan penuh kesabaran, Nabi Luth terus mengingatkan kaum Sodom agar kembali ke jalan Allah dan meninggalkan perilaku menyimpang yang selama ini dilakukan.
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas."” (QS. Al A’raf: 80-81)
Namun, perjuangan tersebut tak membuahkan hasil. Sebagian besar kaum Sodom menolak dakwah Nabi Luth. Mereka kerap meneror, mengancam, menghina, hingga berencana mengusir Nabi Luth dan pengikutnya.
Bahkan, istri Nabi Luth sendiri menjadi mata-mata kaum Sodom sehingga Allah memasukkannya pada golongan orang kafir dan akan menjadi penghuni neraka jahanam.
Nabi Luth lalu memohon keselamatan dan perlindungan Allah SWT. Allah mendengar doa tersebut dan melaknat kaum Sodom dengan azab yang luar biasa. Berikut kisah lengkapnya.
Azab Allah Kepada Kaum Sodom
Suatu hari, rumah Nabi Luth didatangi tiga pemuda tampan. Nabi Luth lalu menjamu tamunya dengan sembunyi-sembunyi agar hal ini tak diketahui kaum Sodom.
Sayangnya, istri Nabi Luth yang telah diiming-imingi harta oleh kaum Sodom berkhianat. Ia memberi tahu kepada mereka bahwa ada pria tampan yang tengah bertamu ke rumahnya.
Mendengar hal itu, kaum Sodom pun lantas berang. Mereka menyerbu rumah Nabi Luth untuk memaksanya agar menyerahkan ketiga tamunya kepada mereka.
Demi melindungi tamunya, Nabi Luth berusaha sekuat tenaga menahan dan mencegah kaum Sodom memasuki rumahnya. Akan tetapi, jumlah kaum Sodom yang terlalu banyak membuatnya tak kuasa menahannya lebih lama lagi. Alhasil, Nabi Luth hanya bisa pasrah dan berdoa meminta perlindungan dari Allah.
Di tengah kekacauan itu, ketiga tamu Nabi Luth memberitahukan bahwa mereka sebenarnya adalah malaikat yang diutus Allah untuk membantu Nabi Luth menghadapi kaum Sodom dan memberi azab kepada mereka.
Mereka kemudian memerintahkan Nabi Luth membuka pintu. Seketika pintu terbuka lebar, dan seketika itu juga pandangan kaum Sodom menjadi gelap gulita. Mereka tak dapat melihat apapun, karena mereka telah dibutakan Allah SWT.
Setelahnya, para malaikat menyuruh Nabi Luth agar segera meninggalkan kota itu karena azab akan datang sebentar lagi. “Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksa) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksa kepada mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?” (QS. Hud: 81)
Saat Subuh tiba, Allah mendatangkan gempa bumi yang sangat dahsyat disertai angin besar dan hujan batu. Allah meluluhlantahkan Kota Sodom beserta orang-orang tercela di dalamnya, termasuk istri Nabi Luth yang hingga akhir tak percaya akan kebesaran Allah SWT.
“Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS. Al A’raf: 84)
(ADS)
