Kisah Teladan Nabi Adam: Segera Bertaubat Ketika Berbuat Salah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS sebagai manusia pertama untuk menjadi khalifah di bumi. Dalam hadits, Rasulullah menjelaskan bahwa Nabi Adam tercipta dari semua unsur tanah.
"Allah 'Azza wa Jalla menciptakan Adam dari segenggam tanah yang Allah ambil dari seluruh permukaan tanah, maka lahirlah anak Adam yang sesuai dengan asal tanahnya. Di antara mereka ada yang berkulit putih, merah, hitam dan perpaduan antara warna-warna tersebut. Di antara mereka ada yang bersifat lembut dan kasar serta perpaduan antara keduanya serta di antara mereka ada yang baik dan jahat," (HR. Abu Dawud).
Karena alasan inilah iblis yang mulanya taat kepada Allah enggan untuk menyembah Nabi Adam. Sebab mereka merasa penciptaan iblis lebih mulia. Untuk memperkaya pengetahuan agama, yuk simak kisah keteladanan Nabi Adam berikut ini:
Iblis Enggan Menyembah Nabi Adam
Mengutip buku Kisah Teladan 25 Nabi dan Rasul karya Izzah Annisa (2017), sebelum menciptakan manusia, Allah telah menciptakan malaikat dan iblis sebagai hamba-Nya yang taat. Malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan iblis terbuat dari api.
Dalam surat Al Baqarah ayat 30, dikisahkan bahwa ketika Allah hendak menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, para malaikat bertanya,
"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?"
Allah berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Setelah Nabi Adam diciptakan, Allah memberinya pengetahuan mengenai nama benda-benda. Kemudian Allah memerintahkan para malaikat untuk menyebutkan nama benda-benda itu, namum mereka tidak bisa melakukannya. Sedangkan Nabi Adam dapat menyebutkan nama benda-benda tersebut dengan mudah .
Para malaikat pun mengakui kelemahannya dan memuji kebesaran Allah. "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (QS. Al Baqarah ayat 32).
Allah kemudian memerintahkan malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam sebagai bentuk rasa hormat. Namun iblis menolaknya dan menyombongkan diri. Oleh sebab itu Allah mengusirnya keluar dari surga.
Nabi Adam dan Hawa Dikeluarkan dari Surga
Setelah menciptakan Nabi Adam, Allah kemudian menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Allah berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zhalim!" (QS Al Baqarah ayat 35).
Sayangnya iblis mendengar itu semua. Ia pun berniat untuk menjerumuskan Adam dan Hawa agar dikeluarkan dari surga seperti dirinya.
"Wahai, Adam. Sesungguhnya Allah melarangmu mendekati dan memakan buah pohon itu karena tidak ingin kemuliaanmu menyamai malaikat," bisik iblis. Karena tergoda dengan bujuk rayu iblis, Adam dan Hawa kemudian memakan buah terlarang tersebut.
Menyadari kesalahannya, Nabi Adam dan Hawa bersimpuh di hadapan Allah, menyesali perbuatan mereka. Karena telah membangkang, Allah mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga. "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."
Melansir Kemenag, setelah Nabi Adam dikeluarkan dari surga, ia menerima ilham dari Allah SWT yang mengajarkan kepadanya kata-kata untuk bertaubat.
Nabi Adam bertaubat menggunakan kata-kata tersebut, yang diabadikan dalam surat Al-A’raf ayat 23: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
Allah pun menerima taubatnya dan melimpahkan rahmat kepada Nabi Adam. Sebab Allah Maha Pengasih dan senantiasa memberi ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dari kesalahannya.
Hikmah dari Kisah Nabi Adam
Umat Islam diperintahkan untuk mempelajari Alquran dan kisah-kisah para nabi agar dapat mengambil hikmah. Adapun pelajaran yang diambil dari kisah Nabi Adam mengutip buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul karya Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri antara lain:
Allah tidak menyukai makhluk yang sombong dan mencintai hamba-Nya yang taubat.
Berhati-hati dengan iblis yang senantiasa menggoda manusia agar tersesat dari jalan Allah.
Manusia pasti dihadapkan dengan ujian. Ujian dari Allah dapat berupa musibah atau kenikmatan. Ujian dapat meneguhkan iman, atau sebaliknya membuat seseorang makin terpuruk.
Segera bertaubat ketika melakukan dosa dan kesalahan, seperti yang dilakukan Nabi Adam dan Hawa.
Allah menguji manusia dengan perintah dan larangan. Jika Nabi Adam dilarang untuk mendekati sebuah pohon di surga, maka manusia juga dilarang untuk mendekati perbuatan tercela.
Frequently Asked Question Section
Apa kisah teladan Nabi Adam AS?

Apa kisah teladan Nabi Adam AS?
Nabi Adam menyesali perbuatan setelah melakukan kesalahan dan segera bertaubat kepada Allah SWT.
Apa tujuan Nabi Adam diciptakan?

Apa tujuan Nabi Adam diciptakan?
Allah SWT menciptakan Nabi Adam untuk menjadi khalifah atau pemimpin di bumi.
Bagaimana sikap kita untuk mengikuti teladan Nabi Adam?

Bagaimana sikap kita untuk mengikuti teladan Nabi Adam?
Mengikuti perintah Allah, mengendalikan hawa nafsu, dan jangan mudah tergoda dengan setan.
(ERA)
